Berita
Rahman Abdullah

Program Santri Matic Segera Hadir! Pesantren Bakal Jadi Pusat Talenta Digital dan Ekonomi Kreatif

Program Santri Matic Segera Hadir! Pesantren Bakal Jadi Pusat Talenta Digital dan Ekonomi Kreatif

04 Agustus 2026 | 21:24

Keboncinta.com-- Transformasi digital kini menjadi bagian penting dalam berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan pesantren. Menyadari besarnya potensi santri sebagai generasi muda yang kreatif, Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mulai membangun kolaborasi strategis melalui Program Santri Matic.

Program ini dirancang sebagai wadah untuk memperkuat literasi digital, meningkatkan kreativitas, serta membuka peluang bagi santri agar mampu berkontribusi dalam industri ekonomi kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang menjadi ciri khas pesantren.

Baca Juga: Jangan Asal Input! Begini Cara Mengisi Data Non Dapodik EMIS agar Berhasil Masuk ke Dapodik Tanpa Kendala

Kemenag dan Kemenekraf Bangun Sinergi Strategis

Pembahasan mengenai Program Santri Matic dilakukan dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Cipta, Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal kerja sama antara Kementerian Agama dan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mengembangkan program pemberdayaan pesantren berbasis teknologi digital.

Direktorat Pesantren Kementerian Agama diwakili oleh Kasubdirektorat Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat, A. Rafiq Zainul Mun'im, bersama jajaran Subdirektorat Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat.

Kehadiran tim Direktorat Pesantren menunjukkan komitmen Kementerian Agama untuk memperluas kolaborasi lintas kementerian demi meningkatkan kapasitas santri menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Program Santri Matic Dorong Literasi Digital Santri

Program Santri Matic merupakan inisiatif Direktorat Konten Digital pada Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif.

Melalui program ini, para santri akan mendapatkan pelatihan yang berfokus pada penguatan literasi digital, pengembangan kreativitas, serta peningkatan kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif.

Tujuan utamanya adalah membentuk generasi santri yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan berkarakter.

Baca Juga: Jangan Bingung! Menu Tambah PTK dan Mutasi Guru Hilang di Dapodik 2027, Ternyata Ini Mekanisme Barunya

Pesantren Dinilai Memiliki Potensi Besar

Kasubdirektorat Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Pesantren, A. Rafiq Zainul Mun'im, menilai pesantren memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu berkarya di ruang digital.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi upaya bersama untuk memperluas peran pesantren dalam menghadapi tantangan era digital.

Santri diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, melainkan juga mampu menghasilkan konten digital yang menghadirkan pesan-pesan Islam yang damai, moderat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Santri Didorong Menjadi Kreator Konten Digital

Direktur Konten Digital Kementerian Ekonomi Kreatif, Yuana Rochma Astuti, menegaskan bahwa pesantren merupakan mitra strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Menurutnya, jumlah santri yang besar serta budaya belajar yang kuat menjadi modal penting untuk membangun ekosistem kreator digital berbasis pesantren.

Melalui Program Santri Matic, Kemenekraf ingin membuka kesempatan bagi santri agar mampu menjadi kreator konten digital yang inovatif, produktif, dan memiliki daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sejumlah Program Kolaboratif Segera Disiapkan

Selain membahas peluncuran Program Santri Matic, kedua kementerian juga menyusun sejumlah rencana tindak lanjut.

Program-program tersebut meliputi penguatan literasi digital bagi santri, pelatihan produksi konten kreatif, pengembangan komunitas kreator digital di lingkungan pesantren, hingga berbagai bentuk pemberdayaan pesantren melalui pemanfaatan teknologi digital.

Seluruh program tersebut diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Baca Juga: Guru Wajib Tahu! Sulingjar Bukan Ujian Guru, Ini Bedanya dengan ANBK dan Rapor Pendidikan

Pesantren Didorong Menjadi Pusat Talenta Kreatif

Kolaborasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi langkah baru dalam memperkuat posisi pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus pusat pengembangan kreativitas generasi muda.

Melalui dukungan pelatihan dan pendampingan yang terarah, pesantren diharapkan mampu melahirkan lebih banyak talenta kreatif yang berkontribusi pada perkembangan ekonomi kreatif nasional.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital juga diharapkan semakin memperluas ruang dakwah serta pemberdayaan masyarakat melalui konten-konten positif yang diproduksi oleh para santri.

Program Santri Matic menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mempersiapkan santri menghadapi era transformasi digital. Melalui sinergi antara Kementerian Agama dan Kementerian Ekonomi Kreatif, pesantren tidak hanya diposisikan sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai inkubator lahirnya kreator digital yang inovatif dan berdaya saing.

Baca Juga: KUA Bakal Punya Peran Lebih Besar! Calon Pengantin Didorong Gunakan ELSIMIL Sebelum Menikah

Dengan penguatan literasi digital, pelatihan ekonomi kreatif, serta kolaborasi lintas kementerian, diharapkan santri mampu mengambil peran lebih besar dalam dunia digital sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan perkembangan industri kreatif Indonesia.***

Tags:
berita nasional Santri kemenag

Komentar Pengguna