KEBONCINTA.COM – Pembinaan sepak bola putri Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 1.294 atlet muda dari 76 SD dan MI mengikuti MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2026–2027.
Turnamen sepak bola putri usia dini tersebut berlangsung pada 15 hingga 20 September 2026 di Stadion Tridadi dan Lapangan Bola Sidomoyo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ribuan peserta terbagi dalam dua kelompok umur. Sebanyak 40 tim mengikuti kelompok usia 10 tahun, sementara kelompok usia 12 tahun diikuti 83 tim.
Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, turut memantau pelaksanaan turnamen tersebut.
Menurutnya, kompetisi usia dini mempunyai peran penting dalam membangun ekosistem sepak bola putri karena melibatkan pemain, penyelenggara hingga suporter.
Keberadaan kompetisi secara rutin juga memungkinkan semakin banyak anak perempuan mendapatkan kesempatan bermain sepak bola sejak usia dini.
Pembinaan seperti ini menjadi salah satu fondasi penting apabila Indonesia ingin memiliki lebih banyak pemain berkualitas untuk memperkuat tim nasional pada masa mendatang.
MLSC Seri 1 musim 2026–2027 sendiri tidak hanya berlangsung di Yogyakarta.
Kompetisi ini digelar di 15 kota, antara lain Tangerang, Semarang, Jakarta, Kudus, Bekasi, Bandung, Surabaya, Garut, Malang, Solo, Samarinda, Banjarmasin hingga Jayapura.
Perluasan kompetisi menjadi salah satu indikasi meningkatnya ketertarikan terhadap sepak bola putri di berbagai daerah.
Satoru Mochizuki menilai perkembangan tersebut dapat memberikan efek besar bagi masa depan sepak bola putri Indonesia apabila pembinaan dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, negara-negara yang memiliki kekuatan sepak bola besar biasanya juga menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak-anak bermain sepak bola dengan mudah sejak usia muda.
Dengan kompetisi yang semakin luas dan jumlah peserta yang terus berkembang, Indonesia diharapkan memiliki basis pemain putri lebih besar sehingga proses pencarian talenta untuk Timnas Indonesia juga semakin terbuka.