Khazanah
Vini Dwi Jayati

Pamali Zaman Dulu, Benarkah Hanya Mitos? Ternyata Banyak yang Memiliki Alasan Logis

Pamali Zaman Dulu, Benarkah Hanya Mitos? Ternyata Banyak yang Memiliki Alasan Logis

28 Juli 2026 | 21:26

Keboncinta.com-- Sejak dahulu, masyarakat Indonesia mengenal berbagai pamali atau pantangan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sebagian orang menganggapnya sebagai mitos yang tidak masuk akal, sementara yang lain masih memegang teguh kepercayaan tersebut sebagai bagian dari tradisi.

Menariknya, jika ditelusuri lebih dalam, banyak pamali ternyata memiliki tujuan yang bersifat praktis. Orang tua zaman dahulu sering kali menggunakan pamali sebagai cara sederhana untuk mengajarkan kebiasaan baik, menjaga keselamatan, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak. Karena pada masa itu penjelasan ilmiah belum mudah dipahami, larangan disampaikan dalam bentuk pantangan agar lebih mudah dipatuhi.

1. Jangan Bersiul pada Malam Hari

Dahulu, masyarakat percaya bahwa bersiul pada malam hari dapat mengundang makhluk halus atau roh jahat. Kepercayaan tersebut membuat banyak orang enggan melakukannya.

Namun, jika dilihat dari sisi logika, kebiasaan bersiul dengan suara keras pada malam hari dapat mengganggu tetangga yang sedang beristirahat. Pada masa lalu, lingkungan masih sangat tenang sehingga suara sekecil apa pun terdengar jelas. Larangan tersebut sebenarnya mengajarkan etika untuk menghormati kenyamanan orang lain.

2. Jangan Menggantung Pakaian di Luar Rumah Semalaman

Pamali ini sering dikaitkan dengan anggapan bahwa pakaian yang dibiarkan semalaman dapat dimasuki roh atau membawa hal-hal mistis.

Padahal, alasannya cukup masuk akal. Pakaian yang terkena embun malam menjadi lembap sehingga lebih mudah berjamur, berbau, atau harus dicuci kembali keesokan harinya. Kebiasaan mengangkat jemuran sebelum malam juga membantu menjaga kebersihan pakaian.

3. Jangan Memotong Rambut atau Kuku Anak Kecil Sembarangan

Sebagian masyarakat dahulu percaya bahwa memotong rambut atau kuku anak pada waktu tertentu dapat membawa kesialan atau mengganggu penjaga sang anak.

Di balik kepercayaan tersebut, terdapat pesan agar orang tua lebih berhati-hati. Memotong kuku atau rambut anak ketika anak sedang bergerak aktif, mengantuk, atau rewel dapat meningkatkan risiko melukai kulitnya. Pamali ini mengingatkan orang tua untuk memilih waktu yang tepat.

4. Jangan Duduk di Atas Bantal

Banyak anak kecil pernah diingatkan agar tidak duduk di atas bantal karena dipercaya bisa menyebabkan bisulan atau mendatangkan kesialan.

Jika dipikirkan secara logis, bantal merupakan alas kepala saat tidur. Duduk di atasnya dapat membuat bentuk bantal cepat rusak, kempis, bahkan menjadi kurang higienis. Larangan ini mengajarkan kebiasaan menjaga kebersihan dan merawat barang yang digunakan sehari-hari.

5. Jangan Menyalakan Lampu Terlalu Terang Saat Magrib

Sebagian masyarakat dahulu mengaitkan waktu magrib dengan berbagai kepercayaan sehingga anak-anak diminta segera masuk ke rumah.

Di sisi lain, kebiasaan ini sebenarnya memiliki nilai pendidikan. Waktu magrib menjadi momen berkumpul bersama keluarga, beribadah, beristirahat sejenak, atau mempersiapkan kegiatan malam. Orang tua menggunakan pamali agar anak-anak tidak terus bermain di luar hingga larut.

Tags:
budaya indonesia Tradisi Kearifan Lokal Pamali

Komentar Pengguna