PPL MAHASISWA
Azzahra Esa Nabila

Menjadi Mahasiswa PPL di Era Digital: Tantangan yang Tak Lagi Sama

Menjadi Mahasiswa PPL di Era Digital: Tantangan yang Tak Lagi Sama

14 Juli 2026 | 13:30

Keboncinta.com-- Hari pertama menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL) kini terasa berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Jika dahulu mahasiswa cukup fokus menyiapkan materi dan menguasai kelas, sekarang mereka juga harus menghadapi siswa yang akrab dengan internet, media sosial, hingga kecerdasan buatan. Tidak sedikit peserta didik yang mampu mencari jawaban hanya dalam hitungan detik melalui gawai yang mereka miliki. Situasi ini membuat banyak mahasiswa bertanya-tanya, bagaimana cara mengajar ketika siswa sudah memiliki akses terhadap hampir semua informasi?
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama guru masa kini bukan lagi sekadar menyampaikan materi pelajaran. Informasi sudah tersedia di berbagai platform digital, sehingga yang dibutuhkan siswa adalah bimbingan untuk memahami, memilah, dan menggunakan informasi tersebut secara tepat. Mahasiswa PPL dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas daripada sekadar menguasai materi. Mereka perlu belajar memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pembelajaran tanpa membiarkannya mengurangi interaksi manusia yang menjadi inti pendidikan.
Di sisi lain, karakter peserta didik juga ikut berubah. Mereka terbiasa dengan konten yang singkat, visual yang menarik, dan penyampaian yang interaktif. Akibatnya, metode ceramah yang terlalu panjang sering kali membuat perhatian siswa mudah teralihkan. Kondisi ini mendorong mahasiswa PPL untuk lebih kreatif dalam merancang pembelajaran. Menggunakan video pendek, kuis interaktif, permainan edukatif, atau diskusi berbasis studi kasus dapat menjadi alternatif agar siswa tetap terlibat aktif selama proses belajar. Kreativitas bukan lagi nilai tambah, melainkan kebutuhan yang semakin penting di ruang kelas modern.
Namun, tantangan era digital tidak berhenti pada penggunaan teknologi. Mahasiswa PPL juga harus menghadapi persoalan etika digital. Mereka perlu mengajarkan pentingnya menghargai karya orang lain, menggunakan AI secara bertanggung jawab, serta membiasakan siswa memverifikasi informasi sebelum mempercayainya. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan berpikir kritis justru menjadi salah satu kompetensi yang paling dibutuhkan. Guru memiliki peran besar dalam membantu siswa membangun kebiasaan tersebut melalui proses pembelajaran sehari-hari.
Menariknya, era digital juga membuka banyak peluang bagi calon guru. Berbagai platform pembelajaran, aplikasi presentasi, hingga teknologi berbasis AI dapat dimanfaatkan untuk menyusun bahan ajar yang lebih efektif dan menarik. Jika digunakan dengan bijak, teknologi justru mampu menghemat waktu persiapan sehingga guru memiliki kesempatan lebih banyak untuk membangun komunikasi dan memahami kebutuhan peserta didik. Dengan kata lain, teknologi bukanlah pesaing guru, melainkan alat yang dapat memperkuat proses pembelajaran.

Tags:
Belajar Berani PPL SEMESTER 7 PPL MAHASISWA

Komentar Pengguna