Keboncinta.com-- Memasuki bulan Safar, sebagian masyarakat Muslim di Indonesia masih melestarikan berbagai tradisi keagamaan yang telah berkembang secara turun-temurun. Di antaranya adalah bersedekah, membuat kue apem, menggelar doa bersama, hingga melaksanakan Sholat Lidaf'il Bala.
Amalan ini dikenal luas di sejumlah daerah, khususnya ketika memasuki Rebo Wekasan atau Rabu terakhir di bulan Safar. Lalu, apa sebenarnya Sholat Lidaf'il Bala, bagaimana tata cara pelaksanaannya, dan apa tujuan dari ibadah tersebut?
Rebo Wekasan merupakan sebutan bagi hari Rabu terakhir pada bulan Safar dalam penanggalan Hijriah. Di sejumlah daerah di Indonesia, hari tersebut diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang bertujuan meningkatkan ibadah sekaligus memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Tradisi yang dilakukan masyarakat beragam, mulai dari memperbanyak sedekah, mengadakan doa bersama, hingga melaksanakan sholat sunnah yang dikenal dengan nama Sholat Lidaf'il Bala atau Sholat Tolak Bala.
Sholat Lidaf'il Bala merupakan salah satu bentuk sholat hajat yang dikerjakan dengan tujuan memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari berbagai musibah, bencana, maupun segala bentuk keburukan.
Di sejumlah kalangan masyarakat, sholat ini biasa dilaksanakan pada malam atau siang hari di Rabu terakhir bulan Safar sebagai bagian dari rangkaian amalan Rebo Wekasan.
Pelaksanaannya dilakukan sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam, atau dua rakaat yang diulang sebanyak dua kali sebagaimana pelaksanaan sholat sunnah pada umumnya.
Secara umum, tata cara Sholat Lidaf'il Bala sama seperti sholat sunnah lainnya, dimulai dengan niat, takbiratul ihram, membaca surat Al-Fatihah, kemudian diakhiri dengan salam.
Baca Juga: Sulingjar 2026 Resmi Dimulai, Sekolah Wajib Catat Jadwal Baru dan Tahapan Persiapannya
Perbedaannya terletak pada bacaan surat setelah Al-Fatihah di setiap rakaat, yaitu:
Rakaat pertama
Membaca Surah Al-Fatihah.
Dilanjutkan membaca Surah Al-Kautsar sebanyak 17 kali.
Rakaat kedua
Membaca Surah Al-Fatihah.
Dilanjutkan membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 5 kali.
Rakaat ketiga
Membaca Surah Al-Fatihah.
Dilanjutkan membaca Surah Al-Falaq sebanyak 1 kali.
Rakaat keempat
Membaca Surah Al-Fatihah.
Dilanjutkan membaca Surah An-Nas sebanyak 1 kali.
Setelah dua rakaat pertama selesai, sholat diakhiri dengan salam, kemudian dilanjutkan dua rakaat berikutnya dengan tata cara yang sama.
Baca Juga: Validasi TPG Juli 2026 Segera Dimulai, Guru Wajib Pastikan Data Dapodik Sudah Benar
Usai melaksanakan sholat, jamaah biasanya memperbanyak zikir serta membaca doa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala bentuk musibah dan mara bahaya.
Doa-doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Tradisi Rebo Wekasan dan pelaksanaan Sholat Lidaf'il Bala telah menjadi bagian dari praktik keagamaan sebagian masyarakat Muslim di Indonesia. Dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai dasar dan kekhususan amalan ini.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap menghormati perbedaan pendapat yang ada serta menjadikan setiap bentuk ibadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan tetap berpedoman pada ilmu dan tuntunan agama yang diyakini.
Sholat Lidaf'il Bala merupakan salah satu amalan yang banyak dilakukan sebagian masyarakat pada Rebo Wekasan atau Rabu terakhir bulan Safar sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai musibah dan bencana.
Baca Juga: Guru Madrasah Wajib Tahu! Ini Urutan Lengkap Tahapan EMIS GTK Semester Ganjil 2026/2027
Pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya, hanya terdapat bacaan surat tertentu di setiap rakaat yang menjadi ciri khas amalan tersebut. Selain sholat, rangkaian ibadah biasanya dilanjutkan dengan zikir dan doa sebagai bentuk pengharapan agar senantiasa memperoleh keselamatan, ketenangan, dan keberkahan dari Allah SWT.***