Keboncinta.com-- Dalam berbagai bentuk asesmen, peserta didik tidak selalu diberikan soal pilihan ganda. Salah satu bentuk soal yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman peserta didik adalah soal Benar-Salah (True-False).
Soal Benar-Salah merupakan bentuk soal yang menyajikan beberapa pernyataan. Peserta didik diminta menentukan apakah pernyataan tersebut benar atau salah berdasarkan informasi yang terdapat dalam teks atau stimulus yang diberikan.
Ciri-Ciri Soal Benar-Salah
Ada beberapa ciri yang dapat dikenali dari bentuk soal Benar-Salah, yaitu:
Contoh Soal Benar-Salah Berbasis Teks
Tentukan pernyataan berikut Benar atau Salah berdasarkan teks tersebut!
|
No. |
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
1. |
Kata webinar adalah kata serapan. |
☐ |
☐ |
|
2. |
Kata narasumber adalah kata serapan. |
☐ |
☐ |
|
3. |
Kata workshop adalah kata serapan. |
☐ |
☐ |
|
4. |
Kata pelatihan adalah kata serapan. |
☐ |
☐ |
|
5. |
Kata platform adalah kata serapan. |
☐ |
☐ |
Hal yang Perlu Diperhatikan
Dalam menyusun soal Benar-Salah, pernyataan sebaiknya dibuat jelas, tegas, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Pernyataan juga harus memiliki dasar yang dapat ditemukan dalam teks atau materi yang digunakan sebagai stimulus.
Dengan demikian, soal Benar-Salah dapat menjadi salah satu bentuk asesmen yang sederhana, tetapi tetap dapat mengukur ketelitian dan pemahaman peserta didik terhadap informasi dalam teks.