Pendidikan
Hilmi An Naufal

Mahasiswa UMY Kembangkan Kebun Toga untuk Cegah Stunting dan Bantu Pengendalian Hipertensi

Mahasiswa UMY Kembangkan Kebun Toga untuk Cegah Stunting dan Bantu Pengendalian Hipertensi

19 September 2026 | 18:13

KEBONCINTA.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan kebun tanaman obat keluarga atau toga sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat di Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

Program tersebut digagas Himpunan Mahasiswa Farmasi UMY melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan atau PPK Ormawa.

Mahasiswa memanfaatkan lahan percontohan milik Kelompok Wanita Tani dengan membudidayakan tanaman seperti jahe, temulawak dan serai.

Program tersebut diarahkan untuk mendukung edukasi pencegahan stunting dan pengendalian hipertensi sekaligus meningkatkan pemanfaatan potensi lokal masyarakat.

Lokasi Tuksono dipilih setelah mahasiswa melakukan observasi terhadap sekitar 10 kalurahan.

Berdasarkan data yang dihimpun tim mahasiswa, terdapat 1.669 kasus hipertensi di wilayah tersebut.

Tim juga mencatat jumlah kasus stunting meningkat dari 19 kasus pada 2024 menjadi 32 kasus pada 2025.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa mengembangkan program Hortus Medicinalis yang berfokus pada pemanfaatan tanaman obat keluarga.

Program tidak berhenti pada kegiatan menanam.

Mahasiswa juga mengembangkan beberapa produk sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.

Serai, jahe dan jeruk nipis digunakan untuk membuat minuman yang diperkenalkan dalam kegiatan edukasi mengenai hipertensi.

Sementara temulawak dikembangkan menjadi produk pangan seperti bakpao sebagai salah satu bentuk diversifikasi pangan.

Namun produk tersebut tidak diposisikan sebagai pengganti pengobatan medis maupun intervensi gizi profesional.

Program mahasiswa juga mencakup edukasi kesehatan, pemberdayaan Kelompok Wanita Tani serta pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kegiatan lapangan telah berlangsung sejak Juli hingga September 2026 setelah tahapan observasi dimulai pada Januari.

Program tersebut menjadi contoh bagaimana kegiatan mahasiswa dapat dihubungkan dengan persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

Selain memperoleh pengalaman akademik, mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan dari perkuliahan untuk menghasilkan program pemberdayaan yang lebih konkret.

Kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat seperti ini diharapkan terus berkembang agar keberadaan kampus dapat memberikan dampak langsung bagi lingkungan di sekitarnya.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna