Berita
Hilmi An Naufal

Kemendikdasmen Ingatkan Guru PAUD Jangan Merundung Bekal Makanan Anak

Kemendikdasmen Ingatkan Guru PAUD Jangan Merundung Bekal Makanan Anak

19 September 2026 | 18:19

KEBONCINTA.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengingatkan pendidik Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD agar tidak menghakimi maupun mempermalukan anak berdasarkan makanan atau bekal yang dibawa dari rumah.

Pendekatan persuasif dan empatik dinilai lebih tepat untuk membangun kebiasaan makan sehat pada anak dibandingkan memberikan komentar yang dapat menimbulkan rasa malu atau tekanan psikologis.

Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Pelatihan Teknis Nongelar bertema Healthy Eating Development for Early Childhood yang diselenggarakan Kemendikdasmen bekerja sama dengan Monash University, Australia.

Program berlangsung secara daring pada 11 hingga 18 September 2026.

Melalui kegiatan tersebut, guru didorong memahami bahwa kebiasaan makan anak tidak dapat dipisahkan dari lingkungan keluarga.

Pilihan makanan yang dibawa peserta didik ke sekolah dapat dipengaruhi kondisi ekonomi, kebiasaan keluarga, budaya maupun ketersediaan bahan makanan.

Karena itu, sekolah sebaiknya tidak langsung memberikan penilaian negatif terhadap bekal seorang anak.

Guru dapat menggunakan pendekatan edukatif dengan mengenalkan makanan bergizi melalui kegiatan belajar, bermain, cerita maupun contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Pelibatan orang tua juga dinilai sangat penting.

Sekolah dan keluarga perlu memiliki pemahaman yang relatif sama agar pembiasaan pola makan sehat dapat dilakukan secara konsisten di rumah maupun di lingkungan pendidikan.

Selain persoalan gizi, cara guru berbicara mengenai makanan juga dapat memengaruhi perkembangan emosional peserta didik.

Komentar yang mempermalukan makanan tertentu berpotensi membuat anak merasa berbeda dari teman-temannya.

Hal tersebut juga dapat memicu perilaku saling mengejek di antara peserta didik.

Karena itu, satuan PAUD didorong menjadi lingkungan yang aman serta mengajarkan anak menghargai perbedaan.

Pembiasaan makan sehat dapat dilakukan tanpa menjadikan makanan sebagai sumber perundungan.

Pendidikan gizi sejak usia dini juga dapat menjadi fondasi penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat hingga anak tumbuh dewasa.

Namun keberhasilannya memerlukan kolaborasi antara guru, orang tua dan lingkungan sekitar.

Dengan pendekatan yang positif, sekolah diharapkan mampu mengenalkan prinsip gizi seimbang tanpa menciptakan tekanan psikologis terhadap peserta didik.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna