Pendidikan
Vini Dwi Jayati

Ketika Siswa Sekolah Dasar Belum Bisa Membaca: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ketika Siswa Sekolah Dasar Belum Bisa Membaca: Siapa yang Bertanggung Jawab?

24 April 2026 | 21:37

Keboncinta.com-- Bagaimana tanggapan kita ketika mendapati seorang siswa sekolah dasar belum mampu membaca? Pertanyaan ini kerap memunculkan beragam reaksi mulai dari rasa prihatin hingga keinginan untuk mencari siapa yang harus disalahkan.

Realitanya, di masa kini masih ditemukan siswa yang belum bisa membaca dengan lancar, bahkan menulis dengan rapi pun masih menjadi tantangan. Terlebih jika hal ini terjadi pada siswa di jenjang awal sekolah dasar, tentu menjadi perhatian serius. Namun, apakah kondisi ini sepenuhnya kesalahan guru? Jawabannya tidak sesederhana itu.

Pendidikan pertama seorang anak dimulai dari keluarga, khususnya orang tua. Dari rumahlah anak pertama kali mengenal huruf, angka, dan kebiasaan belajar. Meski demikian, bukan berarti orang tua sepenuhnya harus disalahkan ketika anak belum mampu membaca. Setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda, serta latar belakang yang tidak selalu sama.

Di era digital saat ini, tantangan semakin kompleks. Banyak anak yang lebih akrab dengan gawai dibandingkan buku. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk berlatih membaca, sering kali tergantikan oleh aktivitas bermain gadget. Kebiasaan inilah yang secara perlahan memengaruhi kemampuan literasi anak.

Lalu, apa yang bisa dilakukan?

Solusinya bukan dengan saling menyalahkan, melainkan dengan membangun kolaborasi. Orang tua dapat membiasakan anak membaca di rumah, meskipun hanya beberapa menit setiap hari. Guru di sekolah berperan sebagai pembimbing yang sabar dan konsisten dalam mengajarkan membaca secara bertahap. Sementara itu, lingkungan pertemanan juga dapat menjadi sumber motivasi agar anak lebih semangat belajar.

Selain itu, memberikan tambahan waktu belajar seperti mengikuti bimbingan belajar juga bisa menjadi alternatif. Dengan latihan yang lebih intensif dan terarah, kemampuan membaca anak dapat berkembang secara perlahan namun pasti.

Pada akhirnya, kemampuan membaca adalah fondasi utama dalam pendidikan. Ketika seorang anak belum mampu membaca, itu bukan akhir dari segalanya, melainkan sinyal bahwa ia membutuhkan lebih banyak perhatian, bimbingan, dan dukungan.

Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah kita akan menyalahkan keadaan, atau justru bersama-sama mencari solusi terbaik untuk masa depan anak?

Tags:
Peran guru Peran orang tua Belajar Membaca Literasi Anak Pendidikan Dasar Stop Saling Menyalahkan

Komentar Pengguna