Keboncinta.com-- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kembali membuka pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 untuk jenjang sarjana (S1).
Namun, tahun ini skema seleksi mengalami perubahan penting yang membedakannya dari pelaksanaan sebelumnya, terutama dalam penentuan program studi tujuan.
Dalam kebijakan terbaru, pemilihan jurusan tidak lagi didasarkan pada reputasi universitas secara umum. Pemerintah kini menjadikan QS World University Rankings by Subject sebagai rujukan utama.
Artinya, calon penerima beasiswa harus memilih program studi yang masuk dalam daftar 100 besar terbaik dunia berdasarkan pemeringkatan disiplin ilmu, bukan sekadar nama besar kampus.
Baca Juga: Madrasah Goes Abroad Cetak 132 LoA, Bukti Siswa Madrasah Mampu Bersaing di Kampus Dunia
Perubahan ini menandai pergeseran orientasi seleksi dari popularitas institusi menuju kualitas keilmuan di tingkat program studi.
Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap penerima Beasiswa Garuda memperoleh pendidikan yang benar-benar unggul sesuai bidangnya, sekaligus relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional dan tantangan persaingan global.
QS Subject sendiri dikenal sebagai pemeringkatan internasional yang menilai kualitas akademik dan reputasi tiap disiplin ilmu secara spesifik.
Mengacu pada daftar ini, peserta Beasiswa Garuda 2026 dituntut lebih cermat dan strategis dalam menentukan jurusan agar selaras dengan arah kebijakan pemerintah serta potensi kontribusi di masa depan.
Selain perubahan dalam penentuan program studi, persyaratan pendaftaran juga mengalami penyesuaian. Tahun ini, kepemilikan Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri tidak lagi menjadi syarat utama untuk mendaftar.
Kebijakan ini diharapkan memperluas akses bagi pelajar Indonesia berprestasi yang sebelumnya terkendala belum memperoleh LoA, sehingga kesempatan mengikuti seleksi menjadi lebih inklusif.
Beasiswa Garuda 2026 dirancang untuk memperkuat sumber daya manusia Indonesia di berbagai bidang strategis, seperti kesehatan, ketahanan pangan, energi, pertahanan, transformasi digital, hingga hukum dan kebijakan publik.
Penentuan jurusan berbasis QS Subject juga bertujuan agar lulusan program ini siap bersaing di level internasional sekaligus mampu mendukung prioritas pembangunan nasional.
Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 dijadwalkan dibuka mulai 15 Februari 2026 dan dilakukan secara terintegrasi melalui portal resmi program.
Calon peserta wajib memenuhi ketentuan administratif dan akademik yang telah ditetapkan sebagai bagian dari proses seleksi.
Baca Juga: Madrasah Goes Abroad Buktikan Daya Saing Global, Puluhan Siswa Tembus Kampus Internasional
Dengan skema baru ini, pemerintah berharap Beasiswa Garuda mampu memaksimalkan potensi talenta muda Indonesia melalui akses ke pendidikan berkualitas tinggi di program studi unggulan dunia.
Langkah ini sejalan dengan visi nasional dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing global.***