Keboncinta.com-- Di balik peluang besar memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG), masih banyak guru yang justru gagal mencairkannya. Penyebabnya bukan karena tidak memenuhi syarat, melainkan kesalahan administratif yang sering dianggap sepele.
Padahal, dampak dari kesalahan ini cukup serius karena dapat menghambat bahkan menggagalkan pencairan tunjangan. Menurut Nunuk Suryani, sebagian besar kendala terjadi akibat data yang tidak sinkron dalam sistem.
Salah satu masalah yang paling sering muncul adalah data di Dapodik yang tidak diperbarui. Perubahan status kepegawaian atau beban kerja yang tidak segera diinput membuat data menjadi tidak valid.
Baca Juga: Menuju 2027, Nasib Guru Tak Lagi Ditentukan Masa Kerja? Ini Sinyal Perubahan Besar
Selain itu, rekening bank yang tidak aktif juga menjadi penyebab umum gagalnya pencairan. Banyak kasus di mana dana tidak dapat ditransfer karena rekening bermasalah atau tidak lagi digunakan.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah pemenuhan beban kerja. Guru diwajibkan memenuhi jumlah jam mengajar sesuai ketentuan yang berlaku. Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka tunjangan tidak dapat diproses.
Ketidaksesuaian data antar sistem juga menjadi kendala serius. Data di Dapodik harus selaras dengan sistem lain yang digunakan pemerintah. Jika terjadi perbedaan, proses pencairan bisa terhambat.
Baca Juga: Haji Tanpa Antre Ternyata Berisiko Besar, Ini Bahaya Jalur Ilegal yang Sering Diabaikan
Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah mengimbau para guru untuk lebih aktif dalam memastikan data tetap valid dan terbarui. Langkah sederhana seperti rutin memeriksa dan memperbarui data dapat menjadi penentu apakah tunjangan bisa cair atau tidak.
Kesimpulannya, kesalahan kecil dalam administrasi bisa berdampak besar. Ketelitian dan kesadaran dalam mengelola data menjadi kunci utama agar guru tidak kehilangan haknya.***