Mengelola Keuangan
Azzahra Esa Nabila

5 Kebiasaan Finansial yang Sebaiknya Dibangun Sejak Muda

5 Kebiasaan Finansial yang Sebaiknya Dibangun Sejak Muda

10 September 2026 | 11:16

Keboncinta.com-- Mengatur uang sejak muda sering kali terasa seperti sesuatu yang bisa dilakukan nanti.

Selama kebutuhan sehari-hari masih terpenuhi, banyak orang merasa belum perlu memikirkan tabungan, anggaran, atau rencana keuangan.

Padahal, kebiasaan menggunakan uang yang dibentuk sekarang dapat terbawa hingga bertahun-tahun ke depan.

Di usia muda, godaan untuk menghabiskan uang juga cukup besar.

Nongkrong, membeli barang yang sedang tren, berlangganan berbagai layanan, hingga memesan makanan secara online bisa dilakukan dengan mudah.

Dengan kebiasaan finansial yang sehat, seseorang tetap bisa bersenang-senang tanpa mengorbankan kebutuhan yang lebih penting.

Lalu, kebiasaan apa saja yang sebaiknya mulai dibangun sejak muda agar kondisi keuangan lebih terarah?

1. Mencatat pengeluaran
Kebiasaan sederhana ini membantu mengetahui ke mana uang sebenarnya pergi.

Tidak perlu menggunakan aplikasi khusus; mencatat pengeluaran di catatan ponsel pun sudah cukup.

Misalnya, dalam seminggu ternyata pengeluaran terbesar bukan berasal dari kebutuhan kuliah atau transportasi, melainkan kopi dan makanan yang dibeli secara spontan. Dari catatan tersebut, kita bisa melihat bagian mana yang perlu dikurangi.

2. Menyisihkan uang di awal
Jangan menunggu uang tersisa untuk menabung. Setelah menerima pemasukan, sisihkan sebagian terlebih dahulu sebelum digunakan untuk kebutuhan lain.

Jumlahnya tidak harus besar. Menyisihkan Rp10.000 atau Rp20.000 secara rutin tetap lebih baik daripada tidak menabung sama sekali. Yang sedang dibangun sebenarnya bukan hanya jumlah tabungan, tetapi kebiasaannya.

3. Membuat batas pengeluaran
Setiap kebutuhan sebaiknya memiliki batas agar uang tidak habis tanpa terasa. Misalnya, menentukan anggaran khusus untuk nongkrong, belanja, atau hiburan selama satu bulan.

Ketika batas tersebut sudah tercapai, biasakan untuk berhenti atau menunggu sampai periode berikutnya. Cara ini membantu melatih diri agar tidak selalu mengikuti keinginan sesaat.

4. Menghindari pembelian impulsif
Barang yang terlihat menarik belum tentu harus langsung dibeli. Berikan waktu untuk berpikir, terutama ketika barang tersebut tidak termasuk kebutuhan utama.

Contohnya, jika melihat pakaian yang sedang diskon, tunggu satu atau dua hari sebelum memutuskan. Jika setelah dipikirkan ternyata masih diperlukan dan sesuai anggaran, pembelian menjadi lebih terencana.

5. Mulai memiliki dana cadangan
Dana cadangan berguna ketika muncul kebutuhan yang tidak direncanakan, seperti biaya perbaikan perangkat, keperluan mendadak, atau kondisi lain yang membutuhkan uang.

Memulainya sejak muda membuat kita lebih terbiasa menghadapi pengeluaran tak terduga tanpa langsung bergantung pada pinjaman atau menguras seluruh tabungan.

Tags:
Remaja Masa Kini Gaya Hidup Hemat Mengatur Keuangan

Komentar Pengguna