Berita
Rahman Abdullah

40 Buku PAI Berbasis AI Resmi Diluncurkan, Guru dan Siswa Kini Belajar Lebih Interaktif

40 Buku PAI Berbasis AI Resmi Diluncurkan, Guru dan Siswa Kini Belajar Lebih Interaktif

06 Agustus 2026 | 16:36

Keboncinta.com-- Transformasi digital kini semakin merambah dunia pendidikan agama di Indonesia. Menjawab perubahan cara belajar generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi, Kementerian Agama menghadirkan inovasi baru berupa platform Smart PAI yang terintegrasi dengan puluhan buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti berbasis digital.

Kehadiran platform ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran agama yang lebih interaktif, mudah diakses, sekaligus tetap berlandaskan kurikulum nasional. Melalui dukungan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), guru dan peserta didik kini dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai-nilai utama pendidikan Islam.

Baca Juga: Smart PAI Resmi Diluncurkan, Begini Cara Akses 40 Buku Digital PAI Gratis dari Kemenag

Kemenag Resmi Meluncurkan 40 Buku PAI Digital

Kementerian Agama menerbitkan sebanyak 40 buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang diperuntukkan bagi berbagai jenjang pendidikan.

Koleksi tersebut terdiri atas 39 buku teks utama untuk peserta didik dan guru mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga SLB, serta satu buku ajar Pendidikan Agama Islam bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum (PTU).

Seluruh buku tersebut telah terhubung dengan platform Smart PAI sehingga dapat diakses secara digital oleh guru, siswa, maupun masyarakat dari berbagai daerah.

Smart PAI Hadir sebagai Ekosistem Pembelajaran Digital

Smart PAI bukan sekadar perpustakaan digital, melainkan sebuah ekosistem pembelajaran berbasis web yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan dalam satu platform.

Pengguna dapat membaca buku digital, mengikuti kelas interaktif, mengerjakan bank soal, memanfaatkan perpustakaan digital, mengikuti asesmen pembelajaran, hingga menggunakan asisten berbasis AI yang dirancang khusus untuk mendukung proses belajar.

Melalui sistem ini, proses pembelajaran menjadi lebih praktis karena seluruh kebutuhan belajar tersedia dalam satu layanan yang dapat diakses kapan saja.

Baca Juga: Kemenag Cetak Sejarah! TPG Guru Madrasah Naik hingga 700 Persen, Ini Dampaknya

Menjawab Tantangan Belajar Generasi Digital

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa transformasi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus direspons oleh dunia pendidikan.

Menurutnya, pola belajar generasi saat ini telah berubah. Peserta didik terbiasa memperoleh informasi secara cepat melalui teknologi sehingga pendidikan agama juga perlu beradaptasi agar tetap relevan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Karena itu, buku pelajaran tidak lagi hanya berfungsi sebagai sumber bacaan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembelajaran digital yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakter generasi masa kini.

Asisten AI Hanya Menggunakan Sumber Resmi

Salah satu keunggulan Smart PAI terletak pada fitur asisten berbasis Artificial Intelligence.

Berbeda dengan layanan AI generatif pada umumnya, sistem ini hanya mengambil referensi dari 40 buku resmi yang diterbitkan Kementerian Agama.

Dengan demikian, setiap jawaban yang diberikan tetap mengacu pada materi yang telah melalui proses validasi akademik serta sesuai dengan kurikulum nasional.

Pengguna dapat mencari materi tertentu, meminta penjelasan sebuah topik, maupun menemukan halaman buku yang memuat pembahasan sesuai kebutuhan belajar.

Baca Juga: Jangan Khawatir Saat Kontrak PPPK Paruh Waktu Habis, Pemerintah Siapkan Peluang Karier Berikutnya

Terintegrasi dengan Program Penguatan Karakter

Buku-buku yang diluncurkan tidak hanya menyajikan materi pembelajaran, tetapi juga telah diperkaya dengan berbagai program prioritas Kementerian Agama.

Salah satunya adalah integrasi Program Tuntas Baca Al-Qur'an (TBQ) yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur'an peserta didik melalui materi Al-Qur'an dan Hadis.

Selain itu, materi pembelajaran juga mengadopsi Kurikulum Cinta yang menanamkan lima nilai utama, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air.

Buku-buku tersebut juga memuat penguatan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Teknologi Mendukung, Guru Tetap Menjadi Kunci

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa kehadiran Smart PAI bukan untuk menggantikan peran guru.

Teknologi hanya berfungsi membantu proses penyampaian pengetahuan, sedangkan pendidikan karakter, pembiasaan akhlak, dan penanaman nilai-nilai keagamaan tetap memerlukan kehadiran guru secara langsung.

Dengan dukungan teknologi, guru justru diharapkan memiliki lebih banyak ruang untuk membimbing peserta didik dalam membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai moral.

Daftar Buku yang Diluncurkan

Sebanyak 40 buku yang diterbitkan meliputi:

  • Enam buku PAI dan Budi Pekerti untuk siswa SD.

  • Enam buku PAI dan Budi Pekerti untuk guru SD.

  • Tiga buku PAI dan Budi Pekerti untuk siswa SMP.

  • Tiga buku PAI dan Budi Pekerti untuk guru SMP.

  • Tiga buku PAI dan Budi Pekerti untuk siswa SMA/SMK.

  • Tiga buku PAI dan Budi Pekerti untuk guru SMA/SMK.

  • Dua belas buku PAI dan Budi Pekerti untuk guru SDLB, SMPLB, dan SMALB.

  • Tiga buku pendamping guru PAUD/TK.

  • Satu buku Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi Umum.

Peluncuran Smart PAI bersama 40 buku digital Pendidikan Agama Islam menjadi langkah besar Kementerian Agama dalam mempercepat transformasi pembelajaran agama di era digital.

Perpaduan antara buku elektronik, kecerdasan buatan, kurikulum nasional, serta penguatan karakter diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini.

Baca Juga: Bukan Soal Pintar! Mengenali Gaya Belajar Bisa Membuat Prestasi Meningkat

Meski teknologi terus berkembang, peran guru tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, akhlak, dan nilai-nilai keagamaan peserta didik. Dengan demikian, Smart PAI diharapkan menjadi sarana yang melengkapi proses pendidikan sekaligus memperluas akses pembelajaran agama Islam yang berkualitas di seluruh Indonesia.

Tags:
pendidikan PAI Berita Pendidikan

Komentar Pengguna