Yogurt Bisa Lancarkan BAB? Ini Fakta Sebenarnya di Balik Pernyataan “Minum Yogurt Biar Nggak Sembelit”

Yogurt Bisa Lancarkan BAB? Ini Fakta Sebenarnya di Balik Pernyataan “Minum Yogurt Biar Nggak Sembelit”

26 Februari 2026 | 19:18

Keboncinta.com-- Setiap kali perut terasa penuh dan sulit buang air besar, saran yang paling sering muncul biasanya sederhana: “Coba minum yogurt.” Iklan-iklan produk susu fermentasi pun kerap menampilkan gambaran perut yang kembali nyaman setelah rutin mengonsumsinya. Tapi pertanyaannya, apakah yogurt benar-benar bisa mengatasi sembelit? Atau ini hanya strategi pemasaran yang terdengar meyakinkan?

Untuk menjawabnya, kita perlu memahami dulu apa yang terjadi saat seseorang mengalami sembelit. Sembelit umumnya terjadi ketika pergerakan usus melambat, sehingga feses berada terlalu lama di dalam usus besar. Akibatnya, air dalam feses semakin banyak diserap tubuh, membuat teksturnya keras dan sulit dikeluarkan. Faktor penyebabnya beragam: kurang minum, kurang serat, kurang aktivitas fisik, stres, hingga perubahan pola makan seperti saat berpuasa.

Di sinilah yogurt mulai dilirik. Yogurt adalah hasil fermentasi susu oleh bakteri baik, terutama dari kelompok Lactobacillus dan Bifidobacterium. Bakteri ini dikenal sebagai probiotik, yaitu mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehatan saluran cerna. Ketika dikonsumsi dalam jumlah cukup, probiotik membantu menyeimbangkan mikrobiota usus ekosistem bakteri yang hidup di dalam sistem pencernaan kita.

Secara ilmiah, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa probiotik tertentu memang dapat membantu memperbaiki frekuensi buang air besar dan melembutkan tekstur feses, terutama pada orang dengan konstipasi ringan hingga sedang. Artinya, yogurt berpotensi membantu, tetapi bukan solusi ajaib yang bekerja instan dalam semalam.

Efek yogurt sangat bergantung pada jenisnya. Tidak semua yogurt mengandung probiotik aktif dalam jumlah cukup. Beberapa produk telah melalui proses pemanasan ulang yang justru mengurangi jumlah bakteri hidupnya. Selain itu, yogurt dengan kadar gula tinggi justru bisa menimbulkan masalah lain, seperti kembung atau gangguan metabolik jika dikonsumsi berlebihan.

Hal yang juga perlu dipahami, sembelit jarang hanya disebabkan oleh kurangnya probiotik. Jika seseorang jarang minum air putih, minim konsumsi serat, dan kurang bergerak, maka minum yogurt saja tidak cukup. 

Menariknya, kesehatan usus ternyata sangat berkaitan dengan gaya hidup secara keseluruhan. Usus memiliki sistem saraf sendiri yang sering disebut “otak kedua” karena berhubungan erat dengan kondisi emosional. Stres berlebihan dapat memperlambat pergerakan usus. Dalam kondisi seperti ini, yogurt mungkin membantu sebagian, tetapi pengelolaan stres tetap memegang peranan penting.

Jika ingin memanfaatkan yogurt untuk membantu melancarkan pencernaan, pilihlah yogurt plain tanpa tambahan gula berlebih. Mengombinasikannya dengan buah tinggi serat seperti pepaya, pisang, atau beri akan memberi manfaat lebih maksimal. Serat membantu membentuk massa feses, sementara probiotik mendukung keseimbangan bakteri usus. Kombinasi keduanya bekerja lebih efektif dibanding hanya mengandalkan salah satunya.

 

Tubuh manusia bekerja secara sistematis.

Tags:
Kesehatan Tubuh Minuman sehat Gen Z Harus Coba hal ini! Penikmat yogurt

Komentar Pengguna