Pendidikan
Rahman Abdullah

Resmi! Tes Calistung Tak Lagi Jadi Syarat Masuk SD 2026, Orang Tua Wajib Tahu

Resmi! Tes Calistung Tak Lagi Jadi Syarat Masuk SD 2026, Orang Tua Wajib Tahu

28 Mei 2026 | 19:16

Keboncinta.com-- Fenomena anak usia dini yang disibukkan dengan les membaca, menulis, dan berhitung (calistung) menjelang masuk Sekolah Dasar kembali menjadi perhatian. Demi mengejar kursi di sekolah favorit, tidak sedikit orang tua rela mengalokasikan waktu dan biaya ekstra agar anak dianggap “siap sekolah”.

Akibatnya, masa bermain anak perlahan berkurang karena hari-hari mereka dipenuhi latihan mengenal huruf, angka, hingga soal sederhana. Namun kini, paradigma tersebut mulai berubah setelah pemerintah menghadirkan aturan baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Kebijakan terbaru ini membawa pesan penting: kesiapan anak masuk sekolah tidak hanya diukur dari kemampuan akademik semata.

Baca Juga: Pemerintah Perketat Pengawasan Kehadiran ASN Lewat Sistem Digital Terintegrasi, Manipulasi Absensi Kini Bisa Berujung Sanksi Disiplin Berat

Masuk SD 2026 Tak Lagi Wajib Tes Calistung

Pemerintah secara resmi melarang sekolah dasar menjadikan tes membaca, menulis, dan berhitung sebagai syarat penerimaan siswa baru kelas 1 SD.

Kebijakan ini menjadi bagian dari pelaksanaan SPMB 2026 yang menekankan pendidikan ramah anak sekaligus mengurangi tekanan akademik pada usia dini.

Artinya, calon peserta didik tidak lagi dituntut harus sudah lancar membaca atau berhitung hanya demi lolos seleksi sekolah dasar tertentu.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa masa kanak-kanak seharusnya tetap memberi ruang cukup untuk bermain, bereksplorasi, dan berkembang secara alami.

Baca Juga: Siswa Jangan Kaget! Jadwal TKA SMA/SMK 2026 Dirombak, Kini Satu Hari Cuma Ujian 1 Mapel Wajib

Kesiapan Anak Tak Hanya Soal Pintar Membaca

Menurut penjelasan pemerintah, kesiapan anak memasuki dunia sekolah jauh lebih luas dibanding kemampuan akademik dasar.

Direktur Jenderal terkait pendidikan dasar, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa anak yang mampu mengelola emosi, bersosialisasi, memahami instruksi sederhana, serta memiliki rasa percaya diri justru dinilai lebih siap mengikuti proses belajar.

Dengan kata lain, anak yang sudah bisa membaca belum tentu siap secara emosional menghadapi lingkungan sekolah, sementara anak yang matang secara sosial berpotensi beradaptasi lebih baik.

Baca Juga: Pemerintah Terbitkan SE 7 Tahun 2026, Atur Penugasan Guru Non-ASN demi Menjaga Stabilitas Pembelajaran di Sekolah Negeri

Tidak Harus Usia 7 Tahun dan Tanpa Wajib Ijazah TK

Selain menghapus tes calistung, pemerintah juga menegaskan bahwa anak tidak wajib berusia tepat tujuh tahun untuk bisa masuk sekolah dasar.

Bahkan, kepemilikan ijazah Taman Kanak-Kanak (TK) tidak lagi menjadi syarat mutlak penerimaan siswa baru.

Kebijakan ini diharapkan membuka akses pendidikan lebih luas, khususnya bagi anak-anak di daerah yang belum memiliki fasilitas pendidikan usia dini yang memadai.

Baca Juga: Banyak PNS Belum Tahu! Ternyata Cuti Sakit Lebih dari Sehari Tak Bisa Sekadar Izin ke Atasan

Orang Tua Diimbau Tidak Terjebak “Lomba Akademik”

Aturan baru ini sekaligus menjadi pengingat bagi orang tua agar tidak terjebak pada kompetisi akademik terlalu dini.

Alih-alih memenuhi jadwal anak dengan les tambahan dan latihan akademik tanpa henti, orang tua disarankan lebih fokus membangun kemampuan dasar kehidupan sehari-hari.

Beberapa kebiasaan sederhana seperti belajar antre, menyampaikan perasaan, memakai pakaian sendiri, hingga membangun disiplin ringan justru dinilai lebih penting untuk membantu anak siap sekolah.

Sejumlah pemerhati pendidikan juga menilai penghapusan tes calistung dapat mengurangi risiko kejenuhan belajar sejak dini. Sebab, anak yang dipaksa terlalu cepat menguasai materi akademik sering kali kehilangan semangat belajar saat memasuki jenjang berikutnya.

Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan! Beasiswa BSI SNBT 2026 Buka di 10 PTN Top, Ada Laptop dan UKT Gratis

Pada akhirnya, kesiapan masuk sekolah bukan tentang siapa paling cepat bisa membaca, melainkan siapa yang paling siap bertumbuh, beradaptasi, dan menikmati proses belajar dengan sehat dan menyenangkan.***

Tags:
pendidikan kemendikdasmen Calistung Siswa SD

Komentar Pengguna