Keboncinta.com-- Banyak orang mengenal minuman probiotik dan yogurt sebagai “sahabat pencernaan”. Ketika perut terasa tidak nyaman, pilihan yang sering muncul adalah sebotol Yakult atau semangkuk yogurt dingin. Keduanya sama-sama diklaim mengandung bakteri baik. Namun, pertanyaannya: apakah jenis bakterinya sama? Atau sebenarnya berbeda meski manfaatnya mirip?
Untuk memahami ini, kita perlu mengenal dulu apa itu probiotik. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang, jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama sistem pencernaan. Di dalam usus manusia memang sudah ada triliunan bakteri, baik dan jahat. Probiotik membantu menjaga keseimbangan ekosistem tersebut.
Produk seperti Yakult terkenal karena mengandung satu strain bakteri spesifik, yaitu Lactobacillus casei strain Shirota. Strain ini dikembangkan oleh ilmuwan Jepang bernama Minoru Shirota pada tahun 1930-an. Keunggulan strain Shirota terletak pada kemampuannya bertahan melewati asam lambung sehingga bisa mencapai usus dalam keadaan hidup.
Sementara itu, yogurt umumnya mengandung kombinasi bakteri seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Keduanya berperan dalam proses fermentasi susu, mengubah laktosa menjadi asam laktat sehingga susu mengental dan memiliki rasa asam segar. Selain dua bakteri utama ini, beberapa yogurt juga ditambahkan probiotik lain seperti Bifidobacterium atau jenis Lactobacillus lainnya.
Jadi, secara sederhana, bakteri dalam Yakult dan yogurt memang tidak persis sama. Yakult fokus pada satu strain khusus yang telah diteliti secara spesifik, sedangkan yogurt biasanya mengandung lebih dari satu jenis bakteri, tergantung merek dan proses produksinya.
Meski berbeda, keduanya sama-sama memiliki tujuan mendukung kesehatan usus. Namun efeknya bisa sedikit berbeda tergantung kebutuhan tubuh. Misalnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa strain tertentu lebih efektif membantu mengurangi diare, sementara yang lain lebih berperan dalam mengatasi sembelit atau meningkatkan sistem imun.
Menariknya, tidak semua yogurt di pasaran otomatis kaya probiotik aktif. Beberapa produk mungkin telah melalui proses pemanasan tambahan yang mengurangi jumlah bakteri hidupnya. Karena itu, label “mengandung kultur hidup aktif” menjadi penting untuk diperhatikan. Sementara produk seperti Yakult secara konsisten menekankan jumlah bakteri hidup dalam setiap botolnya.
Perbedaan lainnya terletak pada bentuk dan komposisi. Yakult adalah minuman fermentasi dengan rasa manis khas karena adanya tambahan gula. Yogurt biasanya lebih kental dan bisa dikonsumsi polos atau dicampur buah serta granola.