Keboncinta.com – Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Surabaya. Hawa Billah Syakira Harto, siswi kelas 5 SD Islam Al Azhar 35 Surabaya, berhasil meraih Gold Award sekaligus Second Runner Up atau juara ketiga dalam Hong Kong International Science Olympiad (HKISO) 2026 yang digelar di Singapura.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian terbaru Hawa dalam perjalanan panjangnya menekuni bidang sains. Ketertarikannya terhadap ilmu pengetahuan bahkan sudah tumbuh sejak usia balita, ketika ia kerap diperkenalkan dengan buku-buku sains bergambar oleh keluarganya.
HKISO merupakan kompetisi sains internasional yang dapat diikuti pelajar dari kelas 2 hingga kelas 12. Bidang yang dipertandingkan mencakup Fisika, Biologi, Kimia, serta Integrated Science atau Sains Terpadu.
Perjalanan Hawa menuju babak final tidak mudah. Sebanyak 1.350 peserta Indonesia mengikuti national round yang diselenggarakan secara daring. Dari tahapan tersebut, Hawa berhasil lolos untuk melanjutkan perjuangan ke Global Round di Singapura.
Pada babak internasional, persaingan semakin ketat. Hawa bertanding bersama sekitar 310 peserta dari berbagai negara, termasuk Singapura, Hong Kong, Kamboja, India, Yordania, Myanmar, Filipina, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam.
Hasilnya, siswi asal Surabaya tersebut mampu menempati posisi ketiga dan membawa pulang Gold Award.
Prestasi tersebut diraih melalui persiapan yang serius. Menjelang kompetisi, Hawa mengikuti kelas tambahan di sekolah serta les privat untuk memperdalam materi yang kemungkinan muncul dalam pertandingan.
Ia harus mempelajari berbagai materi, mulai dari rumus hingga bagian-bagian organ dalam pelajaran Biologi. Metode yang banyak digunakannya adalah mengulang materi dan mengerjakan latihan soal secara rutin.
Meskipun menghadapi materi yang menantang, Hawa memang memiliki ketertarikan besar terhadap pelajaran IPA.
Biologi dan sains terapan menjadi bidang yang paling disukainya. Ia juga menikmati kegiatan eksperimen dan membuat proyek sederhana, termasuk merangkai sirkuit listrik menggunakan lampu, baterai, dan kabel.
Ketertarikan pada Biologi tersebut ikut membentuk cita-citanya. Hawa berharap kelak dapat menjadi dokter anak.
Minat Hawa terhadap sains tidak muncul secara tiba-tiba.
Ibunya, Gusti Khairunnisa, menceritakan bahwa sejak masih balita Hawa senang ketika dibacakan komik dan buku bertema sains. Seiring bertambahnya usia, Hawa juga menggunakan video di YouTube untuk menambah pengetahuannya.
Di sekolah, kemampuan Hawa juga terus diasah. Sejak kelas 3 SD, ia secara konsisten terpilih mengikuti program bimbingan siswa berprestasi di bidang IPA setelah melalui proses seleksi sekolah.
Meski demikian, keluarganya tetap memberikan ruang bagi Hawa untuk menikmati aktivitas seperti anak-anak seusianya.
Selain belajar, ia juga gemar bermain game dan mempunyai ketertarikan di bidang musik. Piano menjadi salah satu kegiatan nonakademik yang ditekuninya dan telah menghasilkan sejumlah prestasi dalam berbagai kompetisi.
HKISO 2026 ternyata bukan pengalaman pertama Hawa mengikuti kompetisi di luar negeri.
Pada 2025, ia pernah berangkat ke Bangkok untuk mengikuti Siam International Math and Science Olympics (SIMSO) dan berhasil membawa pulang Silver Award.
Prestasinya di bidang sains juga cukup beragam. Hawa pernah memperoleh Gold Award pada SIMSO National Round 2026, Gold Medal Copernicus Olympiad Heat Round 2025, Diamond 1 pada Future Intelligence Students Olympiad (FISO) Final Round 2026, serta Gold Award PIMSO National Round 2025.
Kemampuannya juga merambah bidang teknologi. Ia pernah menjadi juara kedua kompetisi coding ICERO 2023 dan masuk tujuh besar lomba IT Scratch dalam Festival dan Lomba Kreasi Al Azhar tingkat nasional.
Pengalaman mengikuti kompetisi internasional membuat Hawa memiliki target pendidikan yang lebih tinggi.
Ia berharap suatu saat dapat melanjutkan sekolah di Singapura dan memperoleh beasiswa. Dukungan dari kedua orang tuanya pun terus diberikan agar Hawa dapat mengembangkan potensi sesuai bidang yang disukainya.
Prestasi Hawa menunjukkan bagaimana ketertarikan yang dikenalkan sejak usia dini, lingkungan keluarga yang mendukung, serta latihan yang konsisten dapat berkembang menjadi pencapaian di tingkat internasional.
Keberhasilannya membawa Gold Award HKISO 2026 sekaligus menjadi kabar membanggakan bagi sekolah dan dunia pendidikan Surabaya.