Keboncinta.com-- Memilih diksi yang tepat dalam puisi tentu harus disesuaikan dengan isi dan tema yang diangkat. Mengapa demikian? Karena diksi yang tepat akan memperkuat makna serta menghadirkan keindahan dalam setiap larik puisi. Jika pilihan kata kurang sesuai, puisi yang disampaikan tidak akan terasa menyentuh karena adanya ketidaksinambungan makna. Hal tersebut tentu membuat puisi kehilangan nilai estetikanya.
Lalu, bagaimana cara memilih diksi yang tepat dalam puisi? Caranya sebenarnya cukup sederhana. Pertama, tentukan terlebih dahulu tema puisi secara jelas. Setelah tema ditentukan, susunlah larik-larik puisi dalam beberapa baris. Kemudian, baca kembali larik tersebut dan perbaiki kata-kata yang dirasa kurang tepat atau kurang puitis. Proses membaca ulang ini penting agar puisi menjadi lebih halus dan bermakna.
Dalam menentukan pilihan diksi memang tidak selalu mudah, terutama jika seseorang memiliki keterbatasan kosakata. Oleh karena itu, langkah yang dapat dilakukan untuk memperkaya kosakata adalah dengan banyak membaca karya puisi. Dengan sering membaca, seseorang akan menemukan variasi kata yang lebih indah dan bermakna sehingga dapat membantu dalam menentukan diksi yang tepat.
Berikut contoh perbedaan kata biasa dan diksi yang lebih puitis dalam puisi:
|
Kata Biasa |
Diksi Puisi |
Alasan |
|
Sedih |
pilu |
lebih dalam secara emosional |
|
Pergi |
berpulang |
lebih halus dan puitis |
|
Ibu |
bunda |
bernuansa lembut dan emosional |
|
Sunyi |
hening |
memberi kesan lebih mendalam |
|
Mati |
gugur / tiada |
lebih indah dan sopan |
|
Menangis |
berurai air mata |
lebih ekspresif dan imajinatif |
|
Hati sakit |
hati yang retak |
menggunakan majas/metafora |
|
Malam gelap |
malam kelam |
lebih puitis dan bernuansa |
|
Kehilangan |
direnggut waktu |
memberi kesan dramatis |
|
Sendiri |
sebatang kara |
lebih kuat secara makna |
|
Lelah |
letih terkulai |
lebih hidup dan visual |
|
Rindu |
kerinduan yang mengendap |
lebih mendalam dan emosional |
Diksi-diksi tersebut biasanya dipilih oleh penulis untuk memperindah puisi. Melalui pilihan kata yang tepat, pesan dalam larik puisi dapat disampaikan secara lebih mendalam dan dapat dikaitkan dengan pengalaman kehidupan sehari-hari pembaca.
Dengan demikian, memilih diksi dalam puisi bukan hanya tentang mengganti kata biasa menjadi kata yang indah, tetapi juga melatih siswa untuk berpikir kritis dalam menyusun puisi berdasarkan pikiran dan perasaan. Proses ini membantu siswa memahami bahwa setiap kata memiliki kekuatan dan makna tersendiri dalam karya sastra.