Kombucha: Minuman Fermentasi yang Katanya Super Sehat, Sebenarnya Apa Sih Itu?

Kombucha: Minuman Fermentasi yang Katanya Super Sehat, Sebenarnya Apa Sih Itu?

26 Februari 2026 | 18:54

Keboncinta.com-- Belakangan ini, kombucha semakin sering muncul di rak supermarket, kafe sehat, bahkan media sosial. Botolnya terlihat menarik, sering diberi label “probiotik alami” atau “detoks tubuh”. Rasanya unik sedikit asam, sedikit manis, dan kadang ada sensasi soda alami. Tapi sebenarnya, apa itu kombucha? Dan apakah benar minuman ini seajaib yang diklaim banyak orang?

Kombucha pada dasarnya adalah teh yang difermentasi. Biasanya menggunakan teh hitam atau teh hijau yang diberi gula, lalu difermentasi dengan bantuan koloni bakteri dan ragi yang dikenal dengan istilah SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). SCOBY inilah yang menjadi “jantung” proses fermentasi. Bentuknya kenyal seperti lapisan agar-agar tebal yang mengapung di permukaan cairan.

Selama proses fermentasi yang berlangsung beberapa hari hingga minggu, mikroorganisme dalam SCOBY mengubah gula menjadi berbagai senyawa, termasuk asam organik, sedikit alkohol, dan gas karbon dioksida. Hasilnya adalah minuman dengan rasa asam segar dan sedikit bergelembung secara alami.

Secara historis, kombucha dipercaya sudah ada lebih dari dua ribu tahun lalu. Banyak sumber menyebut minuman ini berasal dari Tiongkok kuno sebelum menyebar ke Rusia dan Eropa Timur. Meski asal-usul pastinya masih diperdebatkan, kombucha sudah lama dikenal sebagai minuman tradisional yang dipercaya mendukung kesehatan.

Lalu bagaimana dengan klaim manfaatnya?

Karena berasal dari fermentasi, kombucha mengandung probiotik mikroorganisme hidup yang berpotensi membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Selain itu, jika menggunakan teh hijau atau hitam, kombucha juga mengandung antioksidan yang secara umum baik bagi tubuh. Beberapa penelitian awal menunjukkan potensi manfaat dalam mendukung kesehatan pencernaan dan sistem imun, meski penelitian pada manusia masih terbatas dan belum cukup untuk menyebutnya sebagai “obat ajaib”.

Yang perlu dipahami, tidak semua kombucha sama. Kandungan probiotik, kadar gula, hingga kadar alkohol bisa berbeda tergantung cara pembuatannya. Kombucha rumahan, misalnya, bisa memiliki kadar alkohol lebih tinggi jika fermentasinya terlalu lama. Itulah sebabnya kebersihan dan ketelitian sangat penting dalam proses pembuatannya.

Ada juga risiko jika dikonsumsi berlebihan atau dibuat dengan cara yang kurang higienis. Karena bersifat asam, kombucha yang terlalu pekat dapat mengganggu lambung sensitif. Beberapa kasus menunjukkan gangguan pencernaan ringan pada orang yang baru pertama kali mencobanya. Jadi, seperti halnya makanan fermentasi lain, konsumsi dalam jumlah wajar adalah kunci.

Menariknya, tren kombucha berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan usus. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian tentang mikrobiota usus memang menunjukkan bahwa keseimbangan bakteri di dalam tubuh berperan besar terhadap kesehatan secara keseluruhan bukan hanya pencernaan, tetapi juga metabolisme dan bahkan suasana hati.

Namun tetap penting untuk bersikap realistis.

Tags:
Kesehatan Tubuh Minuman sehat Gen Z Harus Coba hal ini! Pecinta Kombucha

Komentar Pengguna