Pendidikan
Rahman Abdullah

Kemendikdasmen Kurangi Soal TKA Matematika 2026, Ternyata Ini Penyebabnya

Kemendikdasmen Kurangi Soal TKA Matematika 2026, Ternyata Ini Penyebabnya

06 Agustus 2026 | 19:09

Keboncinta.com-- Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 membawa sejumlah perubahan penting bagi peserta jenjang SMA, SMK, dan sederajat. Salah satu yang paling menjadi perhatian adalah penyesuaian format ujian Matematika yang selama ini dikenal sebagai mata pelajaran dengan tingkat kesulitan tinggi.

Melalui hasil evaluasi pelaksanaan TKA tahun sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan berbagai penyempurnaan agar asesmen berlangsung lebih proporsional.

Selain mengurangi jumlah soal, pemerintah juga mengungkap materi-materi Matematika yang masih menjadi tantangan terbesar bagi sebagian besar peserta.

Baca Juga: Kemenag dan PANRB Sepakat! Ribuan Pengawas Halal Segera Ditempatkan di Daerah, Ini Tujuannya

Kemendikdasmen Sesuaikan Format TKA Matematika 2026

Penyempurnaan format TKA Matematika dilakukan sebagai tindak lanjut atas evaluasi penyelenggaraan asesmen tahun 2025.

Kemendikdasmen menilai bahwa keseimbangan antara tingkat kesulitan soal dan waktu pengerjaan perlu diperbaiki agar peserta memiliki kesempatan yang lebih baik dalam menunjukkan kemampuan berpikir kritis serta penalaran matematis.

Dengan perubahan tersebut, diharapkan hasil TKA dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kompetensi akademik siswa.

Jumlah Soal Dikurangi, Waktu Ujian Lebih Proporsional

Salah satu perubahan utama pada TKA Matematika 2026 adalah pengurangan jumlah soal menjadi 25 butir dengan durasi pengerjaan 75 menit.

Melalui skema baru ini, peserta memiliki rata-rata waktu sekitar tiga menit untuk menyelesaikan setiap soal.

Penambahan waktu tersebut diharapkan membantu siswa membaca soal dengan lebih teliti, menganalisis informasi yang tersedia, serta menentukan strategi penyelesaian tanpa terburu-buru.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ini Syarat Penerbitan NISN yang Wajib Dipenuhi Setiap Siswa

Hasil Evaluasi Tunjukkan Kemampuan Matematika Masih Rendah

Berdasarkan data Kemendikdasmen terhadap 3.464.569 peserta TKA, capaian kemampuan Matematika siswa SMA dan SMK masih memerlukan perhatian serius.

Rata-rata nilai Matematika secara nasional tercatat belum mencapai 31 persen.

Analisis yang dilakukan Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) menunjukkan bahwa banyak peserta masih mengalami kesulitan memahami konsep-konsep matematika, terutama ketika soal disajikan dalam bentuk permasalahan kontekstual yang membutuhkan kemampuan penalaran.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menyempurnakan pelaksanaan TKA tahun 2026.

Tiga Materi Matematika yang Paling Sulit Dikuasai

Evaluasi BKPDM juga mengidentifikasi tiga materi yang memiliki tingkat penguasaan paling rendah pada pelaksanaan TKA sebelumnya.

Baca Juga: Rahasia Orang Jepang Cepat Punya Tabungan, Ternyata Pengeluaran Selalu Dibagi ke 4 Pos Ini

1. Peluang Kejadian Majemuk

Materi ini menjadi yang paling sulit dengan tingkat penguasaan sekitar 14,71 persen.

Sebagian besar peserta mengalami kesulitan ketika harus menghitung peluang dalam soal berbasis studi kasus atau situasi sehari-hari yang memerlukan analisis lebih mendalam.

2. Barisan dan Deret Geometri

Materi ini mencatat tingkat penguasaan sekitar 16,14 persen.

Kesalahan yang paling sering terjadi berkaitan dengan kemampuan mengenali pola perkalian maupun pembagian dalam deret geometri sehingga memengaruhi proses penyelesaian soal.

3. Transformasi Geometri

Transformasi geometri menjadi materi berikutnya yang masih banyak menyulitkan siswa dengan tingkat penguasaan sekitar 18,28 persen.

Peserta umumnya mengalami kendala ketika harus mengombinasikan konsep translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi dalam satu permasalahan yang membutuhkan pemahaman menyeluruh.

Baca Juga: Oktober 2026 Wajib Sertifikasi Halal! Kemenag Perkuat SDM dengan 1.617 Pengawas Baru

Strategi Belajar Menghadapi TKA Matematika 2026

Kemendikdasmen menegaskan bahwa keberhasilan menghadapi TKA tidak cukup hanya mengandalkan hafalan rumus.

Peserta dianjurkan untuk memperkuat pemahaman konsep dasar setiap materi, membiasakan mengubah soal cerita menjadi model matematika, serta melatih kemampuan berpikir logis melalui latihan soal kontekstual.

Khusus untuk materi transformasi geometri, membuat sketsa atau gambar pendukung dapat membantu memahami hubungan antarobjek sehingga proses penyelesaian menjadi lebih mudah.

Dengan latihan yang dilakukan secara rutin dan terarah, kemampuan bernalar akan berkembang sehingga peserta lebih siap menghadapi karakter soal TKA yang berorientasi pada pemecahan masalah.

Perubahan format TKA Matematika 2026 menunjukkan komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan sistem asesmen yang lebih berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pengurangan jumlah soal serta penambahan waktu pengerjaan diharapkan memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk berpikir kritis dan menyelesaikan soal secara optimal.

Baca Juga: Cara Cek NISN Anak Secara Online Lewat HP, Cuma 2 Menit dan Bisa Cegah Data Dicatut

Di sisi lain, hasil evaluasi terhadap pelaksanaan TKA sebelumnya menjadi pengingat bahwa penguasaan konsep matematika masih perlu ditingkatkan, terutama pada materi peluang kejadian majemuk, barisan dan deret geometri, serta transformasi geometri.

Dengan strategi belajar yang tepat dan latihan yang konsisten, siswa memiliki peluang lebih besar untuk meraih hasil terbaik pada TKA Matematika 2026.***

Tags:
Tes Kemampuan Akademik TKA 2026 TKA Matematika

Komentar Pengguna