keboncinta.com --- Menabung emas kini menjadi salah satu pilihan populer bagi orang tua untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Alasannya sederhana: emas dianggap aman, mudah dicairkan, dan nilainya cenderung stabil dalam jangka panjang. Namun, seperti instrumen keuangan lainnya, menabung emas juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan.
Berikut adalah ulasan lengkapnya.
Baca juga : Tips Menabung Emas untuk Dana Sekolah Anak
Harga emas relatif stabil dan memiliki tren kenaikan dalam jangka panjang. Hal ini membuat emas cocok sebagai instrumen tabungan pendidikan anak yang membutuhkan persiapan bertahun-tahun.
Menabung emas bisa dimulai dari 0,1 gram atau setara puluhan ribu rupiah. Ini membuat orang tua dengan berbagai tingkat penghasilan tetap bisa memulai investasi untuk pendidikan anak.
Emas mudah dicairkan kapan saja, baik dalam bentuk fisik maupun tabungan digital. Jadi, ketika tiba waktunya membayar biaya sekolah, orang tua bisa langsung menjual emas yang dimiliki.
Emas dikenal sebagai instrumen yang tahan terhadap inflasi. Ketika harga kebutuhan pokok dan biaya sekolah naik, nilai emas juga cenderung ikut meningkat.
Kini menabung emas bisa dilakukan di bank syariah, Pegadaian, maupun aplikasi investasi online resmi. Hal ini memudahkan orang tua mengakses produk tabungan emas.
Baca juga : Perbandingan Tabungan Pendidikan vs Asuransi Pendidikan
Berbeda dengan deposito atau reksa dana, emas tidak memberikan bunga atau dividen. Keuntungan hanya diperoleh dari selisih harga beli dan jual.
Meski stabil dalam jangka panjang, harga emas bisa naik turun dalam jangka pendek. Jika orang tua terpaksa menjual emas saat harga turun, keuntungan bisa berkurang.
Jika memilih emas fisik, ada risiko kehilangan atau pencurian. Karena itu, perlu biaya tambahan untuk penyimpanan di safe deposit box atau brankas.
Menabung emas untuk pendidikan anak harus konsisten.