Jangan Asal Minum! Begini Cara Membedakan Kombucha yang Berhasil Fermentasi dan yang Sudah Gagal

Jangan Asal Minum! Begini Cara Membedakan Kombucha yang Berhasil Fermentasi dan yang Sudah Gagal

26 Februari 2026 | 18:51

Keboncinta.com-- Kombucha terlihat sederhana: teh manis yang difermentasi, lalu berubah menjadi minuman asam segar dengan gelembung alami. Tapi di balik tampilannya yang kadang estetik dalam botol kaca, ada proses biologis yang sensitif. Sedikit saja keliru, hasilnya bisa berubah dari minuman sehat menjadi cairan yang sebaiknya tidak diminum.

Bagi yang membuat kombucha sendiri di rumah, momen paling mendebarkan biasanya saat membuka tutup wadah setelah beberapa hari fermentasi. Harapannya tentu aroma segar khas fermentasi. Namun bagaimana jika baunya aneh? Atau muncul lapisan mencurigakan di permukaan?

Kombucha yang berhasil biasanya memiliki aroma asam segar, mirip cuka apel ringan, tetapi tidak menyengat berlebihan. Baunya bersih, tidak busuk, dan tidak beraroma jamur. Ketika dicicip sedikit, rasanya seimbang antara manis dan asam, dengan sensasi karbonasi ringan. Jika fermentasi lebih lama, rasa asam memang akan lebih dominan, tetapi tetap terasa “hidup”, bukan pahit atau menyengat seperti cairan basi.

Secara visual, SCOBY lapisan kultur bakteri dan ragi akan terlihat kenyal, berwarna krem atau putih pucat. Terkadang ada gelembung udara atau serat kecokelatan dari sisa teh, dan itu normal. Cairannya pun tampak jernih atau sedikit keruh, tetapi tidak berlendir berlebihan.

Sebaliknya, kombucha yang gagal biasanya memberi tanda cukup jelas. Salah satunya adalah munculnya jamur. Jamur pada kombucha tampak berbulu, berbintik hijau, hitam, atau biru di permukaan. Ini berbeda dengan gelembung atau serat biasa. Jika sudah ada jamur, kombucha harus dibuang seluruhnya, termasuk SCOBY-nya. Tidak aman untuk dikonsumsi.

Aroma juga menjadi penentu penting. Jika tercium bau busuk, amis, atau seperti makanan basi, itu pertanda fermentasi tidak berjalan dengan benar. Fermentasi yang sehat menghasilkan aroma asam alami, bukan bau menyengat yang membuat hidung refleks menjauh.

Tekstur cairan juga bisa menjadi indikator. Kombucha normal terasa ringan dan sedikit bergelembung. Jika cairannya terlalu kental, berlendir ekstrem, atau berubah warna drastis tanpa sebab jelas, ada kemungkinan terjadi kontaminasi.

Kegagalan fermentasi sering kali bukan karena resep yang salah, melainkan detail kecil yang terlewat.

Tags:
Kesehatan Tubuh Gen Milenial Wajib Tau! Kombucha dan segudang manfaatnya Pecinta Kombucha

Komentar Pengguna