Logo
  • Beranda
  • Berita
  • Pendidikan
  • Khazanah
  • Prestasi
  • Teknologi
  • Parenting
  • Beasiswa
  • Kategori
    • Khazanah
    • Sejarah
    • Beasiswa
    • Kesehatan
    • Berita
    • Pendidikan
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Prestasi
    • Parenting
    • Budaya
    • Internasional
    • Kebon Cinta
    • Info ASN
    • Bisnis
Berita
M. Fadhli Dzil Ikram

Ekonom Peringatkan Dampak Patriot Bond Danantara, Soroti Peran Konglomerat

Ekonom Peringatkan Dampak Patriot Bond Danantara, Soroti Peran Konglomerat

28 Agustus 2025 | 16:24 | 0 Pembaca

keboncinta.com --- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi meluncurkan Patriot Bond atau obligasi patriot. Langkah ini memicu respons dari para ekonom yang mengingatkan potensi dampak penerbitan instrumen tersebut.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rizal Taufikurahman, menekankan pentingnya membangun kepercayaan pasar sebelum menerbitkan obligasi. Menurutnya, Danantara harus memastikan pengelolaan pasar agar Patriot Bond dipercaya oleh investor.

"Mungkin terlalu dini ya, Patriot Bond dikeluarkan oleh Danantara karena respons market juga belum teruji. Tentu mitigasi dari aspek kapitalnya harus diperkuat, karena kalau sustainability dari market-nya tidak teruji, kemudian juga bisa berpengaruh kepada produktivitas di Danantara itu sendiri. Karena bicara bond itu 'kan trust dari market," ujar Rizal kepada detikcom, Kamis (28/8/2025).

Lebih lanjut, Rizal menilai Danantara perlu memiliki skema tambahan untuk memperkuat posisi obligasi ini, mengingat sensitivitas dan daya saingnya di sektor keuangan belum cukup matang.
"Mestinya Danantara punya skema lain yang bisa menguatkan agar Patriot Bond ini bisa kuat karena ini 'kan sangat cepat mengeluarkan bond yang notabene sensitivitas terhadap perubahan di sektor keuangan itu masih belum prudent. Sehingga kekuatan dan competitiveness di market masih belum teruji," terangnya.

Ia juga menekankan bahwa penerbitan obligasi sebaiknya dibarengi dengan penguatan sektor riil. Produk bisnis Danantara, termasuk BUMN, dinilai seharusnya menjadi pendorong pertumbuhan sektor tersebut.
"Buat bond juga boleh, hanya saja Danantara mestinya justru dorongnya ke sektor ril. Itu menurut saya, bond ini kuat kalau sektor rilnya juga kuat. Jadi, kenapa SWF (Sovereign Wealth Fund) ini tidak dialokasikan kepada sektor-sektor yang bisa menciptakan sektor ril yang kuat, yang produktivitasnya lebih baik. Terutama BUMN-BUMN yang masuk di Danantara itu," tutupnya.


Proteksi untuk Konglomerat?

Senada dengan Rizal, Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies, Bhima Yudhistira, menilai Patriot Bond berpotensi mengalihkan dana deposito dari perbankan, yang pada akhirnya bisa mengganggu penyaluran kredit.
"Karena bentuknya adalah nasionalisme dibungkus paksaan ke konglomerat untuk membeli Patriot Bond, maka cara paling cepat adalah memindahkan dana deposito. Kalau itu yang terjadi, maka tekanan likuiditas ke bank akibat crowding out Danantara bakal ganggu penyaluran kredit perbankan," terang Bhima kepada detikcom di hari yang sama.

Ia menambahkan bahwa dampak lain adalah tertundanya transmisi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) ke bunga kredit.
Saat ini, perbankan sudah bersaing dengan pemerintah dalam menggalang dana lewat penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), dan kehadiran Patriot Bond dari Danantara yang menyasar investor domestik akan memperketat persaingan.

Bhima juga menilai pembelian Patriot Bond cenderung bersifat paksaan kepada konglomerat, bukan karena imbal hasil yang menarik. Ia bahkan mengindikasikan ada motif untuk menciptakan kedekatan antara pengusaha dan pemerintah.
"Patriot bond cenderung memaksa konglomerat, bukan karena daya tarik Danantara menawarkan proyek dengan imbal hasil yang kompetitif. Pembelian Patriot bond bisa dijadikan cara agar pengusaha tertentu dekat dan mendapatkan perlindungan dari pemerintah," ujarnya.

Bhima menambahkan bahwa keterlibatan pengusaha besar dalam pembelian obligasi ini bisa dilihat sebagai bentuk “asuransi” politik.
"Konglomerat yang beli Patriot bond sebenarnya membeli 'asuransi' karena dianggap telah membantu Danantara, sehingga sebaliknya, mendapat konsesi hingga proteksi dari pemerintahan Prabowo," tutur Bhima.

Tags:
berita nasional
Bagikan:
WhatsApp Twitter Facebook

Komentar Pengguna

Recent Berita
Panduan Orang Tua: Membiasakan Pola Tidur Sehat untuk Anak
Panduan Orang Tua: Membiasakan Pola Tidur Seh...
29 Agt 2025
Apakah Anak Anda Seorang “Anggrek” atau “Bunga Dandelion”? Inilah yang Perlu Diketahui Orang Tua
Apakah Anak Anda Seorang “Anggrek” atau “Bung...
29 Agt 2025
Pembentukan Karakter pada Anak
Pembentukan Karakter pada Anak
29 Agt 2025
Perkembangan Teknologi Android di Indonesia
Perkembangan Teknologi Android di Indonesia
29 Agt 2025
3 Metode untuk Mengecek Plagiarisme pada Artikel dan Dokumen
3 Metode untuk Mengecek Plagiarisme pada Arti...
29 Agt 2025
Bahas Penguatan Layanan Keagamaan Inklusif Menag Terima Audiensi Komisi Nasional Disabilitas
Bahas Penguatan Layanan Keagamaan Inklusif Me...
28 Agt 2025
Apa Itu Custom ROM Android dan Apa Kelebihannya?
Apa Itu Custom ROM Android dan Apa Kelebihann...
28 Agt 2025
Revolusi Menulis di Era AI: Apa yang Perlu Kamu Tahu?
Revolusi Menulis di Era AI: Apa yang Perlu Ka...
28 Agt 2025
Mendagri Soroti Tiga Strategi Utama untuk Perkuat Kapasitas Fiskal Daerah
Mendagri Soroti Tiga Strategi Utama untuk Per...
28 Agt 2025
Komisi VIII DPR RI Gelar Rapat Evaluasi Haji 1446 H, Menag Ungkap Peneyelenggaraan Haji Berjalan Baik
Komisi VIII DPR RI Gelar Rapat Evaluasi Haji...
28 Agt 2025
Transparansi BPJS Kesehatan Berbuah Prestasi Nasional
Transparansi BPJS Kesehatan Berbuah Prestasi...
28 Agt 2025
Menaker Dorong Generasi Muda Kuasai Keterampilan Masa Depan
Menaker Dorong Generasi Muda Kuasai Keterampi...
28 Agt 2025
Istana Isyaratkan Kepala BP Haji Berpeluang Jadi Menteri Setelah Nomenklatur Baru
Istana Isyaratkan Kepala BP Haji Berpeluang J...
28 Agt 2025
HNW: UU Haji yang Baru Perkuat BPKH untuk Jaga Keberlanjutan Keuangan Haji
HNW: UU Haji yang Baru Perkuat BPKH untuk Jag...
28 Agt 2025
HNW Dorong BP Haji Perkuat Diplomasi agar Antrean Jamaah Bisa Dipangkas
HNW Dorong BP Haji Perkuat Diplomasi agar Ant...
28 Agt 2025
MK Larang Wamen Rangkap Jabatan, Legislator Demokrat: Putusan Wajib Dilaksanakan
MK Larang Wamen Rangkap Jabatan, Legislator D...
28 Agt 2025
Ekonom Peringatkan Dampak Patriot Bond Danantara, Soroti Peran Konglomerat
Ekonom Peringatkan Dampak Patriot Bond Danant...
28 Agt 2025
Usai UI, PBNU Ikut Minta Maaf karena Undang Akademisi Pro-Israel
Usai UI, PBNU Ikut Minta Maaf karena Undang A...
28 Agt 2025
Kemensos dan Kemenekraf Siap Dorong Kreativitas Siswa Sekolah Rakyat
Kemensos dan Kemenekraf Siap Dorong Kreativit...
28 Agt 2025
Simulasi Wawancara Kerja: Bekal Penting Sebelum Terjun ke Dunia Kerja
Simulasi Wawancara Kerja: Bekal Penting Sebel...
28 Agt 2025

KebonCintaNet

Menjadi Pelopor Pesantren Wirausaha yang Mendidik Santri Berakhlak Mulia, Mandiri Secara Ekonomi, dan Siap Berkarya untuk Bangsa

  • Jl. Urip Sumoharjo No.18, Ciwaringin, Kec. Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat Kode Pos 45167
  • 087724345243
  • pondokkeboncinta@gmail.com
Kategori Populer
  • Khazanah
  • Sejarah
  • Beasiswa
  • Kesehatan
  • Berita
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Teknologi
  • Prestasi
  • Parenting
  • Budaya
  • Internasional
  • Kebon Cinta
  • Info ASN
  • Bisnis
Kategori Lainnya
  • Khazanah
  • Sejarah
  • Beasiswa
  • Kesehatan
  • Berita
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Teknologi
  • Prestasi
  • Parenting
  • Budaya
  • Internasional
  • Kebon Cinta
  • Info ASN
  • Bisnis

© 2025 All rights reserved. Developed by Pondok Kebon Cinta

Terms Privacy Contact