Dari Ramuan Kuno ke Tren Global: Jejak Panjang Lahirnya Kombucha

Dari Ramuan Kuno ke Tren Global: Jejak Panjang Lahirnya Kombucha

26 Februari 2026 | 18:52

Keboncinta.com-- Siapa sangka, minuman asam bergelembung yang kini tampil estetik di rak supermarket modern ternyata punya sejarah yang sangat tua. Kombucha bukan sekadar tren gaya hidup sehat era media sosial. Ia adalah hasil perjalanan panjang lintas zaman dan budaya, yang dimulai ribuan tahun lalu.

Banyak catatan sejarah menyebut bahwa kombucha pertama kali dikenal di Tiongkok sekitar 200 tahun sebelum Masehi, pada masa Dinasti Qin. Saat itu, minuman fermentasi ini dipercaya sebagai “Teh Keabadian” karena dianggap membawa energi dan keseimbangan bagi tubuh. Tentu saja, klaim tersebut lahir dari kepercayaan tradisional, bukan penelitian ilmiah seperti sekarang. Namun satu hal yang pasti, masyarakat kuno sudah mengenal manfaat fermentasi jauh sebelum istilah “probiotik” ditemukan.

Dari Tiongkok, minuman ini perlahan menyebar ke wilayah Asia Timur lainnya. Ada cerita populer tentang seorang tabib Korea bernama Kombu yang memperkenalkan minuman fermentasi ini ke Jepang untuk membantu kesehatan seorang kaisar. Dari sinilah muncul nama “kombucha”, meski secara etimologi masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.

Perjalanan kombucha tidak berhenti di Asia. Melalui jalur perdagangan dan perpindahan budaya, minuman ini menyebar ke Rusia dan Eropa Timur pada awal abad ke-20. Di Rusia, kombucha dikenal dengan sebutan “chaynyy grib” atau jamur teh. Banyak keluarga menyimpannya di dapur dalam wadah kaca besar, membiarkan cairan teh manis itu difermentasi oleh koloni bakteri dan ragi yang kini dikenal sebagai SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast).

Menariknya, di masa Perang Dunia dan periode krisis ekonomi, fermentasi rumahan seperti kombucha menjadi solusi alternatif ketika akses terhadap obat atau suplemen terbatas. Masyarakat mengandalkan tradisi turun-temurun untuk menjaga kesehatan, termasuk melalui minuman fermentasi ini.

Barulah pada akhir abad ke-20 hingga awal 2000-an, kombucha mulai mendapatkan perhatian lebih luas di Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Seiring meningkatnya minat terhadap kesehatan usus dan makanan alami, kombucha kembali naik daun. Ilmu modern mulai meneliti mikrobiota usus dan menemukan bahwa keseimbangan bakteri di saluran cerna berperan penting dalam kesehatan secara keseluruhan. Kombucha pun dianggap selaras dengan tren ini karena mengandung probiotik hasil fermentasi.

Meski begitu, perlu dipahami bahwa banyak klaim kesehatan tentang kombucha masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Ia memang mengandung asam organik, antioksidan dari teh, dan mikroorganisme hidup yang berpotensi baik bagi pencernaan. Namun, menyebutnya sebagai minuman ajaib tentu berlebihan. Sejarahnya panjang, manfaatnya menjanjikan, tetapi tetap perlu dikonsumsi secara bijak.

Yang membuat kisah kombucha menarik bukan hanya rasanya yang unik, melainkan perjalanan budayanya. Dari dapur sederhana di Tiongkok kuno, berpindah ke Rusia, lalu menjadi minuman kekinian di kafe urban. Ia adalah contoh bagaimana tradisi lama bisa menemukan tempat baru dalam dunia modern.

Pada akhirnya, kombucha bukan sekadar minuman fermentasi.

Tags:
Kesehatan Tubuh Gen Z Harus Coba hal ini! Pecinta Kombucha

Komentar Pengguna