KEBONCINTA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat perkembangan terbaru terkait akses pendidikan sepanjang Januari hingga September 2026.
Angka anak putus sekolah pada jenjang TK, SD, SMP hingga SMA disebut mengalami penurunan sekitar 10 persen.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mengatakan angka tersebut diperoleh berdasarkan hasil evaluasi terhadap berbagai program pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Berani Cerdas yang diarahkan untuk meningkatkan akses, pemerataan dan kualitas pendidikan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pendataan terhadap anak-anak yang tidak lagi bersekolah agar dapat diberikan pendampingan dan didorong kembali memperoleh pendidikan.
Selain program pemerintah daerah, keberadaan Sekolah Rakyat juga disebut turut mendukung upaya mengurangi jumlah anak putus sekolah.
Sepanjang 2026, realisasi anggaran Program Berani Cerdas mencapai sekitar Rp355,261 miliar.
Sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk memberikan bantuan beasiswa kepada sekitar 47 ribu mahasiswa ber-KTP Sulawesi Tengah yang kuliah di 401 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Anggaran beasiswa mahasiswa mencapai sekitar Rp260 miliar.
Sementara anggaran lainnya digunakan untuk berbagai kebutuhan pendidikan, termasuk BOSDA, pembayaran SPP siswa kurang mampu di sekolah swasta, beasiswa prestasi dan bakat istimewa, serta bantuan Uji Kompetensi Keahlian dan Praktik Kerja Industri bagi peserta didik SMK.
Pemprov Sulawesi Tengah juga memberikan bantuan pendidikan kepada guru ASN serta mendukung pendidikan profesi.
Dukungan lain mencakup peningkatan sarana dan prasarana pendidikan berbasis digital pada SMA dan SMK serta bantuan seragam sekolah.
Penurunan angka putus sekolah sekitar 10 persen menjadi salah satu hasil evaluasi pemerintah daerah selama periode Januari–September 2026.
Pemerintah masih melakukan pendataan karena masih terdapat anak yang perlu dikembalikan ke sistem pendidikan.
Program bantuan pendidikan juga diarahkan tidak hanya pada siswa sekolah dasar dan menengah, tetapi hingga mahasiswa dan peningkatan kompetensi guru.