Teknologi
Hilmi An Naufal

Anak Makin Lengket dengan Gadget, Orang Tua Perlu Waspada Dampak Screen Time Berlebihan

Anak Makin Lengket dengan Gadget, Orang Tua Perlu Waspada Dampak Screen Time Berlebihan

07 Agustus 2026 | 08:45

TEKNOLOGI – Smartphone, tablet, televisi hingga laptop kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak. Teknologi memang dapat membantu proses belajar dan memberikan akses terhadap berbagai informasi, tetapi penggunaan layar tanpa pendampingan menjadi tantangan baru bagi orang tua di era digital.

Persoalannya bukan sekadar apakah anak boleh menggunakan gadget atau tidak. Orang tua juga perlu memperhatikan berapa lama anak berada di depan layar, konten yang dikonsumsi, serta aktivitas apa yang tergantikan karena penggunaan perangkat digital.

American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa dunia digital anak sekarang jauh lebih kompleks daripada sekadar menghitung jumlah jam screen time. Fitur seperti autoplay, endless scrolling dan berbagai mekanisme yang membuat pengguna terus bertahan di aplikasi dapat mengambil waktu yang seharusnya digunakan anak untuk tidur, bermain ataupun berinteraksi bersama keluarga.

Screen Time Perlu Disesuaikan dengan Usia Anak

Untuk anak usia dini, pengaturan waktu layar menjadi semakin penting.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan bayi di bawah satu tahun tidak mendapatkan sedentary screen time. Untuk anak usia dua tahun, waktu layar disarankan tidak lebih dari satu jam sehari, sedangkan anak usia 3–4 tahun juga direkomendasikan tidak lebih dari satu jam, dan semakin sedikit semakin baik.

Rekomendasi tersebut bukan berarti teknologi sepenuhnya harus dijauhkan dari kehidupan anak.

Hal yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan antara penggunaan teknologi dengan aktivitas fisik, waktu tidur, bermain, belajar serta interaksi langsung bersama keluarga.

WHO juga mendorong kegiatan tanpa layar seperti membaca buku, bercerita, bernyanyi maupun bermain puzzle bersama orang tua karena aktivitas tersebut penting bagi perkembangan anak.

Jangan Jadikan Gadget Sebagai Solusi Setiap Anak Bosan

Salah satu tantangan parenting di era digital muncul ketika gadget menjadi solusi tercepat setiap kali anak menangis, bosan atau sulit diam.

Jika hal tersebut terus menjadi kebiasaan, anak bisa semakin sulit melepaskan diri dari perangkat digital.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan orang tua untuk memahami risiko penggunaan gadget yang berlebihan pada anak serta pentingnya melakukan pencegahan terhadap kebiasaan penggunaan perangkat yang tidak sehat.

Karena itu, orang tua dapat mulai mengenalkan alternatif sederhana seperti bermain di luar rumah, menggambar, membaca, membantu kegiatan rumah atau melakukan permainan bersama keluarga.

Orang Tua Juga Harus Memberikan Contoh

Aturan gadget akan sulit diterapkan apabila anak melihat orang tuanya terus menggunakan smartphone.

Anak cenderung meniru kebiasaan yang dilakukan orang-orang di sekitarnya. Karena itu, pengaturan penggunaan perangkat sebaiknya berlaku untuk seluruh anggota keluarga.

AAP menyarankan keluarga membuat aturan penggunaan media yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Beberapa contohnya adalah menetapkan zona tanpa layar ketika makan, mengerjakan tugas maupun menjelang tidur, mematikan autoplay dan notifikasi yang tidak diperlukan, serta memilih konten berkualitas.

Dengan cara tersebut, anak tidak merasa sebagai satu-satunya orang yang dibatasi menggunakan gadget.

Pendampingan Lebih Penting daripada Sekadar Melarang

Menghilangkan teknologi dari kehidupan anak sepenuhnya tentu semakin sulit dilakukan.

Gadget juga dapat memberikan manfaat ketika digunakan dengan benar, misalnya untuk belajar, berkomunikasi, mencari informasi hingga mengembangkan kreativitas.

Yang perlu dilakukan orang tua adalah mendampingi, memilih konten sesuai usia dan membangun aturan yang konsisten.

Orang tua juga dapat sesekali menggunakan perangkat bersama anak. Cara tersebut sekaligus membuka kesempatan untuk menjelaskan konten yang sedang dilihat dan mengajarkan kebiasaan digital yang lebih sehat.

Parenting di era digital akhirnya bukan tentang memenangkan pertarungan antara anak dan gadget. Tantangan sebenarnya adalah membantu anak memahami bahwa teknologi hanyalah salah satu bagian dari kehidupan, bukan seluruh kehidupannya.

Tags:
teknologi

Komentar Pengguna