Pendidikan
Hilmi An Naufal

Yogyakarta Bentuk 22 Konsorsium Perguruan Tinggi, Kampus Diminta Turun Tangani Masalah Daerah

Yogyakarta Bentuk 22 Konsorsium Perguruan Tinggi, Kampus Diminta Turun Tangani Masalah Daerah

12 September 2026 | 07:58

KEBONCINTA.COM – Perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didorong semakin aktif memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sebanyak 22 konsorsium perguruan tinggi resmi dibentuk dengan melibatkan 14 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Konsorsium tersebut diarahkan untuk menghubungkan kemampuan riset dan keilmuan kampus dengan kebutuhan pembangunan di lima kabupaten dan kota di DIY.

Pembentukan konsorsium menjadi salah satu bagian dari Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta (SSTY) 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menilai perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan publikasi, jurnal, maupun pencapaian akademik.

Ilmu pengetahuan yang dikembangkan kampus diharapkan dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan nyata masyarakat.

Permasalahan daerah sering kali membutuhkan pendekatan dari banyak bidang sekaligus.

Sebagai contoh, persoalan stunting tidak dapat hanya ditangani oleh bidang kedokteran. Penanganannya juga membutuhkan keahlian di bidang gizi, pertanian, komunikasi, ekonomi, dan berbagai bidang lainnya.

Karena itu, konsorsium menjadi wadah untuk mempertemukan dosen, peneliti, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sebanyak 22 konsorsium tersebut akan menggarap berbagai tema prioritas.

Bidangnya meliputi kemiskinan dan layanan dasar, kesehatan, ketahanan iklim, ketahanan pangan, UMKM dan ekonomi kreatif, pariwisata dan budaya, lingkungan, persampahan, pendidikan, hingga pengembangan ruang publik.

Program tersebut juga melibatkan doktor dan profesor yang kepakarannya dipetakan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa ilmu pengetahuan seharusnya memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat hasil penelitian kampus tidak berhenti di laboratorium maupun jurnal ilmiah.

Sebaliknya, riset diharapkan dapat berkembang menjadi rekomendasi kebijakan, inovasi, teknologi, atau solusi yang dapat digunakan pemerintah dan masyarakat.

Model konsorsium perguruan tinggi juga telah dikembangkan di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Melalui pendekatan tersebut, kampus diharapkan semakin berperan sebagai salah satu motor pembangunan daerah sekaligus meningkatkan manfaat pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna