Pendidikan
Rahman Abdullah

Ujian TKA 2026 Lebih Inklusif, Siswa Berkebutuhan Khusus Dapat Fasilitas Khusus

Ujian TKA 2026 Lebih Inklusif, Siswa Berkebutuhan Khusus Dapat Fasilitas Khusus

10 April 2026 | 13:15

Keboncinta.com-- Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh peserta didik.

Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 kini dirancang lebih inklusif dengan membuka akses seluas-luasnya, termasuk bagi siswa berkebutuhan khusus.

Kebijakan ini memastikan bahwa TKA tidak hanya diikuti oleh siswa reguler, tetapi juga oleh peserta didik dari Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun sekolah umum yang memiliki kebutuhan khusus.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menegaskan bahwa berbagai bentuk penyesuaian telah disiapkan agar seluruh siswa dapat mengikuti ujian sesuai dengan kondisi masing-masing.

Baca Juga: Disiplin Ketat WFH ASN, Abaikan Panggilan dan Pesan Berujung Sanksi

Penyesuaian tersebut dilakukan langsung pada desain soal ujian. Bagi siswa dengan hambatan penglihatan, seperti tunanetra atau low vision, soal tidak lagi disajikan dalam bentuk visual seperti grafik atau tabel.

Sebagai gantinya, materi disampaikan melalui teknologi pembaca layar atau screen reader sehingga lebih mudah dipahami dalam bentuk narasi.

Sementara itu, untuk peserta dengan hambatan pendengaran atau kebutuhan belajar tertentu, pendekatan yang digunakan lebih menitikberatkan pada tampilan visual.

Soal dirancang dengan dominasi gambar, grafik, dan tabel, serta penggunaan bahasa yang lebih sederhana agar mudah dipahami.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada hasil akademik, tetapi juga memastikan setiap siswa memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti proses penilaian.

Baca Juga: Di Balik Wacana WFH Prabowo, Menguatnya Narasi Politik di Tengah Isu Krisis

Implementasi kebijakan ini bahkan telah mulai diterapkan dan dipantau secara langsung, terutama bagi peserta berkebutuhan khusus.

Dari sisi pelaksanaan, TKA 2026 juga mencatat tingkat partisipasi yang sangat tinggi. Pada gelombang pertama, keikutsertaan mencapai lebih dari 98 persen dari sekitar 1,9 juta peserta.

Mayoritas siswa mengikuti ujian secara daring, sementara sebagian lainnya menggunakan sistem semi daring menyesuaikan kondisi infrastruktur di daerah masing-masing.

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan, pemerintah melibatkan puluhan ribu pengawas serta ribuan penyelia dari berbagai instansi pendidikan.

Selain itu, dibentuk posko nasional sebagai pusat kendali yang memantau jalannya ujian secara real time.

Baca Juga: Kerja Fleksibel Diterapkan, Hakim dan Aparatur MA WFH Setiap Jumat

Di tingkat daerah, pemerintah setempat juga menyediakan posko pendampingan untuk membantu sekolah mengatasi berbagai kendala teknis yang mungkin terjadi.

Dengan sistem koordinasi yang terintegrasi, setiap permasalahan dapat ditangani dengan cepat dan efektif.

Melalui berbagai langkah tersebut, TKA 2026 tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur kemampuan akademik, tetapi juga mencerminkan arah baru pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan.

Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh siswa untuk menunjukkan potensi terbaik mereka tanpa hambatan.***

Tags:
kemendikdasmen TKA TKA SMP

Komentar Pengguna