Keboncinta.com-- Kebijakan pemanfaatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kini semakin jelas.
Pemerintah memastikan bahwa hasil TKA akan digunakan dalam proses seleksi, khususnya pada jalur prestasi, meskipun penerapannya tetap fleksibel di setiap daerah.
Melalui keterangan resmi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa nilai TKA untuk jenjang sekolah dasar dan menengah pertama akan memiliki keterkaitan dengan mekanisme seleksi masuk pada tahun 2026.
Penjelasan ini disampaikan oleh Toni Toharudin yang menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan penuh dalam menentukan porsi penggunaan nilai tersebut.
Artinya, setiap daerah dapat mengatur sendiri seberapa besar bobot nilai TKA dalam jalur prestasi, sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Pendekatan ini memberikan ruang fleksibilitas, sekaligus memastikan bahwa sistem seleksi tetap relevan dengan kondisi lokal.
Di sisi lain, Muhammad Yusro menyampaikan bahwa regulasi utama SPMB saat ini masih mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025.
Dalam aturan tersebut, TKA belum secara tegas menjadi komponen wajib dalam jalur prestasi. Namun, pemerintah telah memperkuat arah kebijakan melalui surat edaran terbaru yang memungkinkan penggunaan nilai TKA sebagai salah satu indikator penilaian akademik.
Kebijakan ini bertujuan untuk menghadirkan proses seleksi yang lebih objektif dan terukur. Nilai TKA dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih akurat terkait kemampuan akademik siswa, sekaligus melengkapi sistem penilaian yang selama ini sudah berjalan, seperti nilai rapor dan prestasi lainnya.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa TKA bukan satu-satunya faktor penentu dalam seleksi.
Penilaian tetap dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk capaian akademik, prestasi nonakademik, serta rekam jejak belajar siswa secara keseluruhan.
Calon peserta didik dan orang tua pun diimbau untuk tidak hanya berfokus pada hasil TKA. Proses seleksi jalur prestasi dirancang untuk melihat potensi siswa secara utuh, bukan hanya dari satu indikator semata.
Baca Juga: Ide Bisnis Aquaponik Rumahan: Budidaya Ikan Nila dan Sayuran Hidroponik untuk Lahan Terbatas
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah masing-masing karena kebijakan teknis dapat berbeda di setiap wilayah.
Dengan kebijakan ini, jalur prestasi dalam SPMB 2026 diharapkan menjadi lebih inklusif dan adil. Siswa memiliki kesempatan lebih luas untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, tidak hanya melalui hasil tes, tetapi juga dari perjalanan belajar dan prestasi yang telah dicapai selama ini.***