Pendidikan
Rahman Abdullah

Tak Sekadar Hafalan, Ini Isi Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pembelajaran Mendalam

Tak Sekadar Hafalan, Ini Isi Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pembelajaran Mendalam

09 Juli 2026 | 09:42

Keboncinta.com-- Dunia pendidikan Indonesia memasuki babak baru setelah pemerintah menetapkan Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses Pendidikan. Regulasi ini membawa pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai fondasi utama dalam proses belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan.

Melalui kebijakan tersebut, guru tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga dituntut menciptakan pengalaman belajar yang mampu membangun karakter, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta mendorong peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Lantas, apa saja prinsip utama yang wajib diterapkan dalam pembelajaran mendalam sesuai aturan terbaru ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Baca Juga: Mau Kerja di Luar Negeri? Persiapkan Komunikasi, Skill, dan Mental Sejak Sekarang

Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 Tegaskan Tiga Prinsip Deep Learning

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam harus berlandaskan pada tiga prinsip utama. Ketiga prinsip ini dirancang untuk menciptakan proses belajar yang lebih efektif, relevan, dan mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik.

1. Berkesadaran (Mindful)

Prinsip pertama adalah berkesadaran, yakni pembelajaran yang membuat peserta didik hadir secara utuh, baik secara fisik maupun mental selama mengikuti proses belajar.

Melalui pendekatan ini, siswa diajak memahami tujuan setiap materi yang dipelajari sehingga tumbuh motivasi belajar dari dalam diri, kemampuan mengelola emosi, menjaga fokus, serta meningkatkan kemandirian dalam belajar.

2. Bermakna (Meaningful)

Pembelajaran juga harus bersifat bermakna, artinya materi yang dipelajari tidak berhenti pada teori semata.

Guru diharapkan mampu menghubungkan materi dengan kehidupan nyata sehingga peserta didik dapat membangun pemahaman baru sekaligus menerapkannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Jadwal Resmi TKA dan Asesmen Nasional SMA 2026 Sudah Keluar! Catat Tanggal Penting yang Wajib Diketahui Sekolah dan Siswa

3. Menggembirakan (Joyful)

Prinsip ketiga adalah menciptakan suasana belajar yang menggembirakan.

Lingkungan belajar yang nyaman, positif, dan menantang diyakini mampu meningkatkan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran tanpa merasa terbebani. Dengan demikian, semangat belajar dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Pengalaman Belajar Harus Melalui Tiga Tahapan

Dalam implementasi pembelajaran mendalam, peserta didik tidak hanya menerima informasi dari guru. Mereka juga diarahkan menjalani pengalaman belajar yang utuh melalui tiga tahapan utama, yaitu:

  • Memahami konsep dan materi pembelajaran secara mendalam.
  • Mengaplikasikan pengetahuan dalam berbagai situasi nyata.
  • Merefleksikan hasil belajar untuk mengetahui pencapaian sekaligus memperbaiki kekurangan.

Melalui siklus tersebut, siswa diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta karakter secara seimbang.

Baca Juga: Generasi Muda Perlu Produktif Selama Liburan, Ini Kompetensi yang Patut Diasah

Empat Kerangka Pendukung Deep Learning

Agar penerapan pembelajaran mendalam berjalan optimal, Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 juga menekankan pentingnya empat elemen pendukung, yaitu:

  • Praktik pedagogis yang adaptif dan berkualitas.
  • Kemitraan pembelajaran yang melibatkan berbagai pihak.
  • Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.
  • Pemanfaatan teknologi secara bijaksana untuk mendukung proses pembelajaran.

Keempat komponen tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

Tiga Tahapan Manajemen Pembelajaran

Selain mengatur prinsip pembelajaran, regulasi ini juga mengarahkan sekolah untuk menerapkan siklus manajemen pembelajaran yang terdiri atas tiga tahapan.

Perencanaan Pembelajaran

Guru wajib menyusun perencanaan yang memuat tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan belajar, serta metode penilaian yang akan digunakan.

Baca Juga: Pensiun PNS Bakal Dibayar Sekaligus? Taspen Akhirnya Buka Suara, Ini Fakta Gaji Pensiunan Juli 2026

Pelaksanaan Pembelajaran

Pada tahap ini, proses belajar dilaksanakan dengan menerapkan prinsip pembelajaran mendalam dalam suasana yang aman, nyaman, inklusif, dan mendorong partisipasi aktif peserta didik.

Penilaian Proses Pembelajaran

Evaluasi dilakukan secara berkala terhadap proses perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran. Hasil penilaian menjadi dasar untuk melakukan perbaikan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Transformasi Pendidikan Menuju Pembelajaran Berkualitas

Penerapan Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 menjadi langkah strategis pemerintah dalam mentransformasi sistem pendidikan nasional.

Melalui penerapan tiga prinsip utama, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, diharapkan proses pembelajaran tidak lagi berorientasi pada hafalan semata, tetapi mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi akademik, karakter kuat, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga: Pensiun PNS Bakal Dibayar Sekaligus? Taspen Akhirnya Buka Suara, Ini Fakta Gaji Pensiunan Juli 2026

Dengan dukungan guru, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan, implementasi pembelajaran mendalam diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.***

Tags:
pendidikan Deep Learning

Komentar Pengguna