Keboncinta.com-- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menetapkan jadwal pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) tahun 2026 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat.
Pengumuman ini menjadi acuan penting bagi sekolah, operator, proktor, maupun peserta didik dalam mempersiapkan seluruh tahapan asesmen nasional.
Selain menetapkan jadwal resmi, pemerintah juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar segera menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi dan kesiapan teknis. Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan TKA dan AN diharapkan berlangsung lancar serta menghasilkan data pendidikan yang akurat.
Baca Juga: Generasi Muda Perlu Produktif Selama Liburan, Ini Kompetensi yang Patut Diasah
Penyelenggaraan TKA, Asesmen Nasional, serta Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) Tahun 2026 dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Nomor 017/F/AN/2026.
Melalui regulasi tersebut, seluruh panitia di tingkat pusat, daerah, hingga satuan pendidikan diwajibkan mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan agar pelaksanaan asesmen berjalan sesuai standar nasional.
Salah satu fokus utama dalam pelaksanaan tahun ini adalah memastikan seluruh data sekolah, guru, dan peserta didik telah tervalidasi dengan benar sebelum proses penarikan peserta dilakukan.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa kepala sekolah dan operator wajib memastikan seluruh data pada sistem Dapodik maupun EMIS telah diperbarui sesuai ketentuan.
Sementara itu, proses pembaruan data pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan melalui sistem Verval PTK. Data yang digunakan sebagai dasar penetapan peserta mengacu pada data yang telah ditetapkan hingga batas waktu (cut-off) 30 Juni 2026.
Karena itu, sekolah diharapkan tidak lagi melakukan perubahan data setelah batas waktu tersebut karena tidak akan memengaruhi penetapan peserta asesmen.
Selain administrasi, kesiapan teknis juga menjadi perhatian utama pemerintah. Proktor sekolah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh instrumen pada dashboard Sulingjar telah siap digunakan. Kartu login peserta juga harus dicetak paling lambat sehari sebelum pelaksanaan asesmen.
Bagi sekolah yang memiliki peserta didik penyandang disabilitas sensorik netra, wajib menyediakan perangkat pendukung seperti aplikasi pembaca layar NVDA atau JAWS agar seluruh peserta dapat mengikuti asesmen secara optimal.
Kemendikdasmen juga memberikan fleksibilitas bagi peserta didik yang memiliki kondisi khusus.
Siswa SMK yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang diperbolehkan mengikuti asesmen di sekolah terdekat dengan lokasi tempat praktik setelah mendapat koordinasi dari sekolah asal.
Sementara itu, peserta didik yang berhalangan hadir karena mengikuti lomba atau kompetisi resmi tetap memperoleh kesempatan mengikuti ujian susulan dengan melampirkan surat keterangan atau bukti keikutsertaan yang sah.
Baca Juga: Pensiun PNS Bakal Dibayar Sekaligus? Taspen Akhirnya Buka Suara, Ini Fakta Gaji Pensiunan Juli 2026
Berikut rangkaian jadwal resmi pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional Tahun 2026 jenjang SMA/sederajat.
Gelombang 1
Gelombang 2
Gelombang 1
Gelombang Khusus Mata Pelajaran Wajib
Gelombang 2
Gelombang Khusus Mata Pelajaran Pilihan
Gelombang 1
Gelombang Khusus Mata Pelajaran Wajib
Gelombang 2
Gelombang Khusus Mata Pelajaran Pilihan
Setelah seluruh tahapan pelaksanaan selesai, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dijadwalkan diumumkan secara resmi pada 23 Desember 2026.
Oleh sebab itu, seluruh sekolah, operator, proktor, dan peserta didik diharapkan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan seluruh persiapan administrasi maupun teknis sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Tak Sekadar Istirahat, Libur Sekolah Jadi Waktu Tepat Mengembangkan Potensi Siswa
Dengan telah ditetapkannya jadwal resmi TKA dan Asesmen Nasional 2026, seluruh satuan pendidikan diharapkan segera melakukan validasi data, menyiapkan sarana pendukung, serta memastikan seluruh peserta memahami tahapan pelaksanaan.
Persiapan yang dilakukan sejak awal tidak hanya membantu kelancaran pelaksanaan asesmen, tetapi juga mendukung terselenggaranya evaluasi pendidikan nasional yang lebih akurat, objektif, dan berkualitas.***