Parenting
Rahman Abdullah

Banyak Orang Tua Beralih ke Gentle Parenting, Apakah Benar Efektif untuk Anak?

Banyak Orang Tua Beralih ke Gentle Parenting, Apakah Benar Efektif untuk Anak?

09 Juli 2026 | 14:11

Keboncinta.com-- Belakangan ini, istilah gentle parenting semakin sering diperbincangkan di media sosial, khususnya di kalangan orang tua muda. Pola asuh ini dinilai mampu membangun hubungan yang lebih hangat antara orang tua dan anak karena mengedepankan empati, komunikasi, serta penghormatan terhadap perasaan anak.

Namun, di balik popularitasnya, gentle parenting juga memunculkan berbagai perdebatan. Sebagian orang menganggap metode ini efektif membentuk anak yang percaya diri dan mandiri, sementara yang lain menilai pendekatan tersebut terlalu longgar. Lantas, apa sebenarnya gentle parenting dan bagaimana cara menerapkannya secara tepat?

Baca Juga: Kemendikdasmen Mulai Pembelajaran Mandiri PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026, Peserta Wajib Login Ruang GTK

Mengenal Apa Itu Gentle Parenting

Gentle parenting merupakan pendekatan pengasuhan yang mengutamakan hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak. Dalam pola asuh ini, orang tua tidak mengandalkan hukuman atau bentakan sebagai cara mendisiplinkan anak, melainkan membangun komunikasi yang terbuka, memahami kebutuhan emosional anak, serta tetap memberikan batasan yang jelas.

Pendekatan ini mendorong anak untuk belajar memahami konsekuensi dari tindakannya melalui arahan dan diskusi, bukan karena rasa takut terhadap hukuman.

Menurut sejumlah praktisi parenting, gentle parenting juga dikenal sebagai pola asuh kolaboratif, yaitu orang tua dan anak bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai persoalan dengan saling menghormati.

Mengapa Gentle Parenting Semakin Populer?

Popularitas gentle parenting meningkat pesat setelah banyak konten kreator di media sosial membagikan pengalaman mereka dalam menerapkan pola asuh ini.

Salah satu contoh yang banyak dibahas adalah cara memberikan apresiasi kepada anak. Alih-alih mengatakan, "Mama bangga padamu," sebagian pendukung gentle parenting lebih memilih kalimat seperti, "Pilihanmu sangat baik," agar penghargaan lebih berfokus pada usaha dan keputusan anak, bukan pada kepuasan orang tua.

Pendekatan seperti ini dianggap dapat membantu membangun rasa percaya diri serta kemampuan anak dalam mengambil keputusan secara mandiri.

Baca Juga: Jangan Lewatkan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026 untuk Siswa SD hingga SMA, Pendaftaran Ditutup 19 Juli

Manfaat Gentle Parenting bagi Perkembangan Anak

Banyak orang tua memilih gentle parenting karena dinilai memberikan sejumlah manfaat, antara lain:

  • Membantu anak mengenali dan mengelola emosinya.
  • Membangun komunikasi yang terbuka dengan orang tua.
  • Menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian.
  • Mengajarkan anak menghargai orang lain tanpa rasa takut.
  • Membentuk hubungan keluarga yang lebih hangat dan harmonis.

Dengan pendekatan yang penuh empati, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu menyampaikan pendapat sekaligus menghormati batasan yang ada.

Ternyata Tidak Semudah yang Dibayangkan

Meski terdengar ideal, menerapkan gentle parenting bukan perkara mudah. Banyak orang tua mengaku kesulitan untuk tetap tenang ketika menghadapi anak yang sedang tantrum, rewel, atau sulit diatur.

Dalam kondisi tertentu, tidak sedikit orang tua yang akhirnya kembali menggunakan pendekatan yang lebih tegas karena merasa kelelahan secara emosional.

Hal ini menunjukkan bahwa gentle parenting membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kemampuan mengendalikan emosi dari orang tua.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Jadwal Baru Sulingjar 2026 Telah Ditetapkan, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Sekolah

Kritik terhadap Gentle Parenting

Di sisi lain, gentle parenting juga menuai kritik dari sebagian kalangan psikolog dan pemerhati pendidikan.

Beberapa berpendapat bahwa pola asuh ini berpotensi terlalu permisif apabila orang tua gagal menetapkan batasan yang jelas. Ada pula yang menilai konsep tersebut sebenarnya memiliki banyak kesamaan dengan authoritative parenting atau emotional coaching, hanya berbeda dalam penyebutan.

Selain itu, efektivitas gentle parenting masih terus menjadi bahan kajian karena penelitian ilmiah yang secara khusus membahas pendekatan ini masih berkembang.

Cara Memulai Gentle Parenting

Bagi orang tua yang ingin mencoba pendekatan ini, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, di antaranya:

  • Dengarkan dan validasi perasaan anak sebelum memberikan solusi.
  • Hindari membentak atau memberikan hukuman secara impulsif.
  • Jelaskan alasan di balik setiap aturan yang diterapkan.
  • Tetapkan batasan yang konsisten agar anak memahami tanggung jawabnya.
  • Berikan contoh perilaku yang ingin ditanamkan kepada anak.

Yang perlu dipahami, gentle parenting bukan berarti membiarkan semua keinginan anak terpenuhi. Sebaliknya, pola asuh ini tetap menekankan pentingnya disiplin, tetapi disampaikan melalui komunikasi yang penuh empati.

Gentle parenting menjadi salah satu pendekatan pengasuhan yang semakin diminati karena menekankan hubungan yang sehat antara orang tua dan anak. Dengan mengutamakan empati, komunikasi, dan penghormatan terhadap perasaan anak, metode ini diyakini dapat mendukung perkembangan emosional sekaligus membangun karakter yang positif.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Jadwal Baru Sulingjar 2026 Telah Ditetapkan, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Sekolah

Meskipun demikian, tidak ada pola asuh yang benar-benar sempurna. Keberhasilan gentle parenting sangat bergantung pada konsistensi orang tua dalam memberikan kasih sayang sekaligus batasan yang jelas. Pada akhirnya, setiap keluarga dapat memilih pola pengasuhan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakter anak.***

Tags:
Pola Asuh Anak Parenting

Komentar Pengguna