Teknologi
Azzahra Esa Nabila

Scroll Sehat, Pikiran Tenang: Cara Bijak Menggunakan Media Sosial Tanpa Terjebak Stres

Scroll Sehat, Pikiran Tenang: Cara Bijak Menggunakan Media Sosial Tanpa Terjebak Stres

29 April 2026 | 18:53

Keboncinta.com-- Di zaman sekarang, media sosial sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Bangun tidur langsung mengecek notifikasi, di sela aktivitas membuka linimasa, hingga sebelum tidur masih sempat melakukan scrolling. Tanpa disadari, kita menghabiskan banyak waktu di ruang digital yang tidak pernah benar-benar berhenti.

Awalnya terasa ringan dan menyenangkan. Kita terhubung dengan teman, mendapatkan informasi, hingga hiburan dalam satu genggaman. Namun perlahan, kebiasaan ini bisa membawa dampak lain yang tidak selalu terasa di awal, rasa lelah mental, perasaan tertinggal, bahkan stres yang muncul tanpa sebab yang jelas.

Salah satu pemicu utama adalah kebiasaan membandingkan diri. 

Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai social comparison. Leon Festinger menjelaskan bahwa manusia secara alami cenderung membandingkan diri dengan orang lain untuk menilai diri sendiri. Masalahnya, di media sosial, kita sering membandingkan “realita diri sendiri” dengan “versi terbaik orang lain”.

Tidak heran jika kemudian muncul perasaan kurang, cemas, atau tidak cukup baik. Jika dibiarkan, hal ini bisa memengaruhi kesehatan mental. Langkah pertama untuk mengatasi hal itu adalah menyadari batas waktu. Tanpa batas yang jelas, kita mudah terseret dalam kebiasaan scrolling tanpa tujuan. Menentukan waktu khusus untuk membuka media sosial bisa membantu mengurangi konsumsi berlebihan.

Kedua, kurasi konten yang kita ikuti. Tidak semua akun membawa dampak positif. Mengikuti akun yang memberi inspirasi, edukasi, atau energi positif bisa membantu menjaga suasana hati tetap stabil. Ketiga, penting untuk berhenti sejenak dari perbandingan. Apa yang kita lihat di layar bukan gambaran utuh kehidupan seseorang. Di balik konten yang rapi, setiap orang tetap memiliki tantangan masing-masing yang tidak selalu terlihat.

Selain itu, memberi waktu untuk “offline” juga sangat penting. Menjauh dari layar, meski hanya sebentar, bisa membantu pikiran beristirahat. Aktivitas sederhana seperti berjalan, membaca, atau sekadar diam tanpa gangguan digital dapat membantu menenangkan pikiran. Menariknya, ketika penggunaan media sosial mulai lebih sadar, dampaknya juga berubah. Tidak lagi menjadi sumber tekanan, tetapi alat untuk terhubung dan belajar hal baru.

Media sosial bukanlah masalah utama. Cara kita berinteraksi dengannya yang menentukan dampaknya. Ketika digunakan dengan bijak, bisa menjadi ruang yang bermanfaat. Namun ketika tidak terkontrol, bisa juga menjadi sumber stres yang diam-diam memengaruhi keseharian. Karena itu, menjaga kesehatan mental di era digital bukan tentang menjauh sepenuhnya, tetapi tentang belajar mengatur jarak.

Tags:
Gen Z life Bijak Bermedia Sosial Gadget Dan Pelajar

Komentar Pengguna