Keboncinta.com-- Saat orang lain tidak hadir di saat kamu sedang bersedih, apa yang kamu rasakan? Marah, kecewa, atau justru merasa sendiri? Perasaan-perasaan itu sangat wajar. Setiap orang pasti pernah berada di titik di mana ia berharap ada seseorang yang datang, sekadar mendengarkan atau menemani. Namun, kenyataannya tidak selalu seperti itu.
Kembali lagi pada satu hal yang perlu kita pahami: tidak semua hal bisa kita gantungkan pada orang lain. Manusia memiliki keterbatasan. Mereka punya kesibukan, urusan, dan masalahnya masing-masing. Jadi, ketika mereka tidak hadir di saat kita membutuhkan, bukan berarti mereka tidak peduli. Bisa jadi, mereka juga sedang berjuang dengan hal-hal yang tidak kita ketahui.
Namun, sering kali rasa kecewa muncul karena harapan yang kita bangun sendiri. Kita berharap terlalu tinggi ingin dimengerti tanpa menjelaskan, ingin ditemani tanpa meminta. Padahal, tidak semua orang mampu memahami kita tanpa kita ungkapkan. Dari situlah kekecewaan perlahan tumbuh.
Lalu, apa yang harus dilakukan saat kesedihan datang dan tidak ada siapa pun yang bisa kita andalkan?
Belajarlah untuk kembali pada diri sendiri. Tenangkan hati, tarik napas perlahan, dan beri ruang untuk perasaan itu hadir. Tidak perlu ditolak atau disangkal. Setelah itu, dekatkan diri melalui sujud. Dalam doa yang diam, ada tempat paling jujur untuk mengadu. Tidak perlu kata-kata yang sempurna, cukup ungkapkan apa yang kamu rasakan. Cara sederhana ini sering kali justru menjadi yang paling ampuh untuk menenangkan hati.
Selain itu, penting juga untuk mulai menurunkan ekspektasi terhadap manusia. Bukan berarti kita tidak boleh percaya atau bergantung sama sekali, tetapi kita perlu menyadari bahwa manusia bukan tempat bergantung yang sempurna. Ketika ekspektasi diturunkan, kita akan lebih mudah menerima keadaan dan tidak mudah terluka.
Belajar kuat saat sendiri memang tidak mudah.