Pernikahan Adat Sunda: Prosesi, Makna, dan Filosofinya

Pernikahan Adat Sunda: Prosesi, Makna, dan Filosofinya

14 September 2025 | 10:56

keboncinta.com --- Selain Jawa, Sunda juga memiliki tradisi pernikahan yang khas, indah, dan sarat makna. Pernikahan adat Sunda dikenal penuh kelembutan, kesederhanaan, serta simbol-simbol kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Setiap prosesi memiliki makna mendalam, mulai dari memohon restu orang tua hingga menyiapkan pasangan menjalani kehidupan baru.


Filosofi Pernikahan Adat Sunda

Dalam budaya Sunda, pernikahan tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua keluarga besar. Nilai yang dijunjung tinggi adalah:

  • Kesucian → awal yang bersih dalam membangun keluarga.

  • Silih asih, silih asah, silih asuh → saling mencintai, saling mengingatkan, dan saling melindungi.

  • Gotong royong dan restu keluarga → rumah tangga tidak hanya berdiri di atas cinta, tetapi juga doa dan dukungan bersama.

Baca juga : Pernikahan Adat Jawa: Makna, Prosesi, dan Filosofinya


Prosesi Pernikahan Adat Sunda

1. Ngeuyeuk Seureuh

Dilakukan sebelum akad, biasanya di rumah calon pengantin perempuan. Prosesi ini melambangkan nasihat dan doa orang tua agar pasangan kelak bisa saling setia, rukun, dan penuh kasih sayang.

2. Siraman

Calon pengantin dimandikan dengan air kembang tujuh rupa. Maknanya adalah penyucian lahir dan batin sebelum memasuki gerbang pernikahan.

3. Ngabageakeun (Penyambutan)

Saat rombongan pengantin pria datang ke rumah pengantin wanita, disambut dengan tarian dan alunan musik tradisional Sunda. Filosofinya adalah kegembiraan dalam menyatukan dua keluarga.

4. Ijab Kabul

Akad nikah dilaksanakan sesuai syariat Islam, disaksikan oleh keluarga dan tokoh masyarakat. Dalam adat Sunda, akad biasanya dikemas sederhana namun penuh khidmat.

5. Sawer

Salah satu prosesi khas Sunda. Pengantin ditaburi campuran beras kuning, uang logam, permen, dan bunga. Maknanya adalah doa agar pasangan mendapat rezeki lancar, kebahagiaan, serta murah hati dalam berbagi.

6. Meuleum Harupat

Suami membakar lidi harupat (lidi dari daun kelapa) lalu dipadamkan oleh istri. Filosofinya adalah meredam amarah suami dengan kelembutan istri.

7. Nincak Endog (Menginjak Telur)

Pengantin pria menginjak telur, kemudian kakinya dibersihkan oleh pengantin wanita. Maknanya adalah kesiapan suami menjadi kepala keluarga, dan pengabdian serta ketulusan istri dalam mendampingi.

8. Huap Lingkung

Suami-istri saling menyuapi makanan sebagai tanda cinta kasih, kerja sama, dan saling memberi dalam rumah tangga.

9. Sungkeman

Kedua pengantin memohon restu kepada orang tua masing-masing. Ini adalah puncak doa dan harapan agar rumah tangga diberkahi dan selalu harmonis.


Busana Pengantin Adat Sunda

  • Pria → Baju kampret atau jas tutup, celana pangsi, ikat kepala (iket), dan keris sebagai simbol kewibawaan.

  • Wanita → Kebaya Sunda, kain batik atau songket, dan siger (mahkota khas Sunda) sebagai lambang keanggunan.


Relevansi Pernikahan Adat Sunda di Era Modern

Meski banyak pasangan memilih konsep pernikahan internasional atau minimalis, pernikahan adat Sunda tetap diminati.

Tags:
Pernikahan Adat Sunda

Komentar Pengguna