Keboncinta.com-- Ada masa ketika satu hari terasa panjang sekali. Waktu menunggu jam pulang sekolah saja bisa seperti perjalanan tanpa ujung. Tapi semakin dewasa, hari justru terasa melesat. Baru saja bangun, tiba-tiba sudah malam lagi. Baru awal minggu, tahu-tahu sudah akhir pekan. Seolah waktu diam-diam mempercepat langkahnya tanpa memberi kita kesempatan untuk benar-benar mengikuti.
Perasaan ini sebenarnya tidak terjadi karena waktu berubah, tetapi karena cara kita mengalaminya yang ikut bergeser. Saat masih kecil, hampir semua hal terasa baru. Otak bekerja lebih aktif merekam detail karena setiap pengalaman adalah sesuatu yang belum pernah ditemui sebelumnya. Hal-hal kecil seperti jalan ke sekolah, percakapan sederhana, atau bahkan menunggu hujan reda terasa penuh makna. Karena banyaknya hal baru, memori yang terbentuk menjadi lebih padat, membuat waktu terasa panjang ketika kita mengingatnya kembali.
Namun saat dewasa, banyak hal berubah menjadi rutinitas. Kita melewati jalan yang sama, melakukan pekerjaan yang mirip, dan berinteraksi dengan pola yang sudah familiar. Otak tidak lagi terlalu sibuk merekam detail kecil karena semuanya terasa “sudah pernah”. Akibatnya, hari-hari yang sebenarnya panjang terasa seperti lewat begitu saja. Bukan karena waktunya berkurang, tetapi karena tidak banyak momen baru yang menempel kuat di ingatan.
Ada juga faktor lain yang sering tidak disadari: perhatian kita semakin terbagi. Pikiran dewasa jarang benar-benar hadir di satu momen. Selalu ada hal lain yang dipikirkan tugas yang belum selesai, rencana besok, atau kekhawatiran kecil yang menumpuk. Ketika perhatian tidak sepenuhnya berada di saat ini, waktu terasa seperti berjalan lebih cepat karena kita tidak benar-benar “menyentuhnya”.
Yang menarik, fenomena ini membuat kita sering merasa seolah hidup bergerak terlalu cepat, padahal yang berubah adalah kualitas kehadiran kita di dalamnya. Semakin sedikit momen yang benar-benar kita sadari, semakin sedikit pula jejak yang tertinggal di ingatan. Itulah yang membuat waktu terasa seperti memendek.