Teknologi
Azzahra Esa Nabila

Lelah yang Tidak Terlihat: Ketika Terlalu Lama Terhubung Justru Menguras Energi

Lelah yang Tidak Terlihat: Ketika Terlalu Lama Terhubung Justru Menguras Energi

24 Juni 2026 | 13:55

Keboncinta.com-- Pernah merasa seharian tidak melakukan pekerjaan fisik yang berat, tetapi malam harinya tubuh dan pikiran terasa sangat lelah? Mata terasa berat, konsentrasi menurun, dan bahkan hal-hal kecil terasa lebih mengganggu dari biasanya. Padahal, sebagian besar waktu hanya dihabiskan di depan layar: menghadiri rapat daring, membalas pesan, membaca informasi, atau berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Anehnya, kelelahan ini sering kali berbeda dari rasa capek biasa.

Fenomena tersebut dikenal sebagai digital fatigue atau kelelahan digital. Ini adalah kondisi ketika otak terus-menerus menerima rangsangan dari dunia digital hingga akhirnya mengalami kelelahan mental. Berbeda dengan kelelahan fisik yang mudah dikenali, kelelahan digital sering muncul secara perlahan. Kita merasa masih duduk santai di kursi, tetapi sebenarnya otak sedang bekerja tanpa banyak jeda. Setiap notifikasi, pesan masuk, video pendek, hingga pergantian tugas yang cepat menuntut perhatian yang terus berpindah.

Salah satu penyebab utama kelelahan ini adalah banjir informasi. Dalam satu hari, seseorang bisa menerima lebih banyak informasi dibanding generasi terdahulu dalam waktu yang jauh lebih lama. Otak harus terus menyaring mana yang penting, mana yang bisa diabaikan, dan mana yang perlu segera direspons. Aktivitas ini mungkin tidak terasa berat, tetapi jika dilakukan terus-menerus, energi mental terkuras tanpa disadari. Belum lagi tekanan untuk selalu tersedia dan selalu terhubung membuat banyak orang sulit benar-benar beristirahat.

Yang menarik, digital fatigue sering membuat seseorang merasa tidak produktif meskipun sebenarnya sudah menghabiskan banyak energi. Setelah berjam-jam menatap layar, kita mungkin merasa tidak menghasilkan sesuatu yang berarti. Akibatnya muncul rasa bersalah, lalu mencoba mengimbanginya dengan membuka lebih banyak pekerjaan atau informasi. Siklus ini membuat kelelahan semakin bertambah. Ironisnya, teknologi yang diciptakan untuk mempermudah hidup kadang justru membuat pikiran tidak pernah benar-benar berhenti bekerja.

Tags:
Gen Z life Bijak Bermedia Sosial Digital Minimalism

Komentar Pengguna