Lifestyle
Azzahra Esa Nabila

Ketika Sentuhan Menjadi Langka: Memahami “Kelaparan Sentuhan” di Kehidupan Modern

Ketika Sentuhan Menjadi Langka: Memahami “Kelaparan Sentuhan” di Kehidupan Modern

24 Juni 2026 | 13:56

Keboncinta.com-- Kondisi ini dikenal sebagai touch starvation atau kelaparan sentuhan, yaitu keadaan ketika seseorang kekurangan kontak fisik yang hangat dan bermakna. Sentuhan di sini bukan sekadar bersinggungan secara fisik, tetapi bentuk interaksi seperti pelukan, tepukan di bahu, atau genggaman tangan yang memberi rasa aman. Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan individual, jenis kontak ini justru semakin jarang terjadi.

Secara biologis, sentuhan memiliki peran besar dalam mengatur emosi manusia. Ketika kita disentuh dengan cara yang nyaman, tubuh melepaskan hormon seperti oksitosin yang berkaitan dengan rasa tenang dan kedekatan. Tanpa interaksi semacam ini dalam jangka waktu lama, tubuh bisa tetap berfungsi normal, tetapi sistem emosionalnya perlahan kehilangan salah satu sumber stabilitasnya. Inilah yang membuat seseorang bisa merasa “hampa” tanpa alasan yang jelas.

Yang menarik, kelaparan sentuhan tidak selalu disadari sebagai masalah. Banyak orang mengira mereka hanya sedang lelah, sibuk, atau sedang “tidak mood”. Padahal, yang sebenarnya hilang bisa jadi adalah bentuk koneksi fisik yang sederhana namun penting. Di era digital, komunikasi berpindah ke layar, pesan teks, dan emoji, tetapi tubuh manusia tetap membawa kebutuhan lama yang tidak berubah sejak dulu: disentuh dan menyentuh.

Dampaknya sering muncul secara halus. Seseorang bisa menjadi lebih sensitif, mudah cemas, atau merasa terpisah dari orang lain meskipun berada di tengah keramaian. Bukan karena tidak ada orang di sekitar, tetapi karena tidak ada rasa kehadiran yang benar-benar terasa. Sentuhan, dalam konteks ini, menjadi semacam pengingat bahwa kita tidak sendirian secara fisik di dunia ini.

Tags:
Gen Z life Bijak Bermedia Sosial Bijak Berinternet

Komentar Pengguna