Semester 7
Azzahra Esa Nabila

Mengajar di Era AI, Bekal Apa yang Perlu Disiapkan Mahasiswa PPL?

Mengajar di Era AI, Bekal Apa yang Perlu Disiapkan Mahasiswa PPL?

14 Juli 2026 | 13:54

Keboncinta.com-- Memasuki Program Pengalaman Lapangan (PPL), banyak mahasiswa mulai mempersiapkan materi ajar, perangkat pembelajaran, dan strategi mengelola kelas. Namun, ada satu tantangan baru yang tidak bisa lagi diabaikan, yaitu hadirnya kecerdasan buatan atau AI dalam dunia pendidikan. Saat ini, banyak siswa telah terbiasa menggunakan AI untuk mencari informasi, memahami materi, hingga membantu mengerjakan tugas. Perubahan ini membuat peran calon guru ikut berkembang. Mengajar tidak lagi sekadar menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membimbing siswa agar mampu belajar secara kritis di tengah derasnya arus teknologi.
Perubahan tersebut menuntut mahasiswa PPL memiliki cara pandang yang berbeda terhadap proses pembelajaran. Dahulu, guru sering menjadi sumber utama informasi di kelas. Kini, informasi dapat diakses kapan saja melalui berbagai platform digital. Karena itu, nilai seorang guru tidak lagi terletak pada seberapa banyak materi yang dikuasai, melainkan pada kemampuannya membantu siswa memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara tepat. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan proses belajar, bukan sekadar pemberi jawaban.
Di tengah kondisi tersebut, ada beberapa kemampuan yang perlu mulai dibangun oleh mahasiswa PPL. Kemampuan berpikir kritis menjadi bekal utama agar calon guru mampu memverifikasi informasi yang diperoleh dari AI sebelum menyampaikannya kepada siswa. Kreativitas juga semakin penting karena pembelajaran perlu dikemas lebih menarik agar mampu bersaing dengan berbagai konten digital yang setiap hari dikonsumsi peserta didik. Selain itu, keterampilan menggunakan media pembelajaran digital, mengelola diskusi, dan membangun komunikasi yang hangat akan membantu menciptakan suasana kelas yang lebih aktif dan bermakna.
Hal yang tidak kalah penting adalah memahami etika penggunaan AI. Mahasiswa PPL perlu menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat belajar, bukan sebagai jalan pintas untuk menghindari proses berpikir. Ketika siswa mulai bergantung pada AI, guru memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan cara menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, menghargai karya sendiri, serta tetap mengembangkan kemampuan analisis dan kreativitas. Pendidikan karakter justru menjadi semakin penting di tengah kemajuan teknologi yang begitu cepat.
Menariknya, AI juga dapat menjadi teman bagi calon guru. Teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk mencari inspirasi metode pembelajaran, menyusun bahan ajar, membuat soal latihan, atau merancang media presentasi yang lebih menarik. Dengan memanfaatkan AI secara bijaksana, mahasiswa memiliki lebih banyak waktu untuk fokus memahami kebutuhan siswa dan membangun interaksi yang positif di dalam kelas.

Tags:
Artificial Intelligence PPL SEMESTER 7 PPL MAHASISWA

Komentar Pengguna