Keboncinta.com-- Mimpi melanjutkan pendidikan ke luar negeri kembali mendapat peluang baru. Pemerintah Swiss membuka program beasiswa untuk tahun akademik 2027–2028 yang dapat dimanfaatkan pelajar dan peneliti asal Indonesia untuk melanjutkan studi maupun mengembangkan penelitian di Swiss.
Program ini menarik perhatian karena menyediakan pilihan jalur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan akademik. Bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral, tersedia jalur PhD. Sementara itu, peneliti yang sedang menjalani pendidikan doktoral di Indonesia dapat mempertimbangkan jalur Research Fellowship.
Pendaftaran sudah dibuka sehingga calon peserta perlu mulai menyiapkan persyaratan sejak dini. Lantas, apa saja pilihan program dan dokumen yang harus dipersiapkan?
Baca Juga: Sebenarnya apa Saja Tugas Guru? Ini 7 Peran Penting Berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005
Melalui Sekretariat Negara untuk Pendidikan, Penelitian, dan Inovasi Swiss atau SERI, Pemerintah Swiss menyediakan dua pilihan utama dalam program beasiswa tahun akademik 2027–2028 bagi pelamar dari Indonesia.
Jalur pertama adalah PhD atau pendidikan doktoral. Program ini diperuntukkan bagi kandidat yang ingin menjalani pendidikan S3 secara penuh di universitas maupun lembaga penelitian di Swiss.
Calon penerima beasiswa jalur PhD harus menyelesaikan pendidikan Master paling lambat 31 Juli 2027. Khusus bagi pendaftar yang memilih ETH Zurich, batas penyelesaian gelar Master ditetapkan lebih awal, yakni paling lambat 30 Juni 2027.
Sementara itu, jalur kedua adalah Research Fellowship. Skema ini ditujukan bagi peneliti yang sedang menjalani studi doktoral di Indonesia dan ingin melakukan kegiatan penelitian selama satu tahun di Swiss.
Pelamar yang sebelumnya belum pernah menjalani pendidikan maupun kegiatan penelitian di Swiss menjadi kelompok yang mendapatkan prioritas dalam jalur tersebut.
Bagi masyarakat Indonesia yang tertarik mengikuti program ini, pendaftaran Beasiswa Pemerintah Swiss 2027–2028 telah dibuka sejak 20 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 30 November 2026.
Rentang waktu tersebut sebaiknya dimanfaatkan calon pendaftar untuk mempersiapkan dokumen secara matang. Persiapan sejak awal penting karena sejumlah persyaratan berkaitan dengan rencana penelitian dan dukungan dari institusi tujuan.
Jangan sampai pendaftar baru menyiapkan dokumen menjelang tenggat sehingga terdapat berkas yang belum lengkap atau perlu diperbaiki.
Baca Juga: Dapodik 2026 Segera Cut Off, Jangan Lewatkan Pengecekan Data Siswa dan Guru
Salah satu hal yang perlu dipersiapkan calon peserta adalah proposal penelitian. Proposal harus disusun secara jelas dan terperinci sehingga dapat menggambarkan rencana riset yang akan dilakukan selama mengikuti program.
Rencana tersebut perlu memuat linimasa penelitian sekaligus berbagai aktivitas utama yang akan dilakukan. Semakin matang rancangan penelitian yang dibuat, semakin mudah pihak terkait memahami tujuan dan arah kegiatan akademik calon penerima beasiswa.
Selain proposal, calon peserta juga perlu memperoleh letter of support dari pembimbing akademik atau supervisor di institusi tujuan di Swiss.
Surat dukungan tersebut perlu dilengkapi dengan CV singkat dari pembimbing. Karena itu, calon pendaftar sebaiknya tidak menunggu mendekati batas akhir untuk menghubungi calon supervisor maupun menyiapkan dokumen pendukung.
Program Beasiswa Pemerintah Swiss 2027–2028 dapat menjadi kesempatan bagi akademisi Indonesia yang ingin memperluas pengalaman pendidikan dan penelitian di tingkat internasional.
Calon pendaftar perlu menyesuaikan pilihan jalur dengan kondisi akademiknya. Mereka yang ingin menempuh pendidikan doktoral dapat mempertimbangkan jalur PhD, sedangkan mahasiswa S3 di Indonesia yang ingin melakukan penelitian di Swiss dapat melihat peluang melalui Research Fellowship.
Informasi mengenai persyaratan, ketentuan, serta proses pendaftaran sebaiknya diperiksa melalui laman resmi Beasiswa Pemerintah Swiss agar calon peserta memperoleh informasi yang paling akurat dan terbaru.
Yang tidak kalah penting, seluruh dokumen harus dipersiapkan sebelum 30 November 2026. Dengan persiapan lebih awal, calon pendaftar memiliki waktu untuk memeriksa kembali proposal, dokumen akademik, surat dukungan supervisor, dan persyaratan lainnya.
Baca Juga: Jangan Panik Jika Dana BOSP Diretur, Sekolah Wajib Ikuti Tahapan Perbaikan Ini
Kesempatan studi dan riset di Swiss ini tentu menjadi peluang berharga bagi pelajar dan peneliti Indonesia. Karena itu, bagi yang memenuhi kriteria dan memiliki rencana akademik yang kuat, jangan sampai kesempatan tersebut terlewat hanya karena terlambat menyiapkan berkas.***