Menahan Emosi Saat Berpuasa: Kunci Menjaga Nilai Ibadah

Menahan Emosi Saat Berpuasa: Kunci Menjaga Nilai Ibadah

24 Februari 2026 | 14:11

Keboncinta.com-- Bulan suci Ramadan adalah momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu, termasuk amarah. Dalam ajaran Islam, puasa memiliki makna yang luas sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183.

Saat berpuasa, kondisi fisik yang lemah karena menahan lapar dan haus terkadang membuat seseorang lebih mudah tersulut emosi. Rasa lelah, kantuk, atau tekanan pekerjaan dan tugas sekolah bisa memicu kemarahan. Namun, justru di sinilah letak ujian sekaligus nilai ibadah puasa yang sesungguhnya.

Salah satu cara sederhana namun efektif untuk meredam emosi saat berpuasa adalah dengan menarik napas dalam-dalam. Teknik ini terlihat sepele, tetapi memiliki manfaat besar. Ketika emosi mulai memuncak, cobalah berhenti sejenak, tarik napas perlahan melalui hidung, tahan beberapa detik, lalu hembuskan secara perlahan melalui mulut. Ulangi beberapa kali hingga perasaan lebih tenang. Cara ini membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks sehingga kita tidak mudah berkata atau bertindak yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Selain menarik napas, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak istigfar dan mengingat tujuan utama berpuasa, yaitu untuk melatih kesabaran dan meningkatkan ketakwaan. Dalam sebuah hadis riwayat Muhammad disebutkan bahwa jika seseorang sedang berpuasa lalu diajak bertengkar atau dicaci, maka hendaklah ia mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” Kalimat ini bukan hanya sebagai pengingat bagi orang lain, tetapi juga sebagai pengingat untuk diri sendiri agar tetap menjaga sikap.

Mengendalikan emosi saat puasa juga melatih kita untuk lebih bijak dalam menghadapi masalah sehari-hari. Jika kita mampu menahan amarah ketika lapar dan haus, maka setelah Ramadan pun kita akan lebih mudah mengontrol diri dalam berbagai situasi.

Dengan demikian, menarik napas untuk menenangkan pikiran saat emosi muncul adalah langkah kecil yang berdampak besar. Puasa menjadi lebih bermakna ketika kita mampu menjaga lisan, sikap, dan hati. Semoga melalui latihan pengendalian diri ini, kita dapat menjadi pribadi yang lebih sabar, tenang, dan penuh kebaikan, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya.

Tags:
Refleksi Diri Ibadah Ramadhan Puasa Menahan Emosi Pengendalian Diri

Komentar Pengguna