Keboncinta.com-- Hampir setiap pekerjaan yang dilakukan secara berkelompok memiliki satu momen yang sering membuat suasana berubah canggung, yaitu saat membagi tugas.
Awalnya semua tampak santai, tetapi perlahan muncul kalimat seperti, "Kenapa aku lagi?", "Dia kok tugasnya lebih sedikit?", atau "Nanti juga yang kerja cuma orang-orang tertentu."
Situasi seperti ini tidak hanya terjadi saat KKN atau organisasi, tetapi juga dalam tugas kuliah, kepanitiaan, hingga dunia kerja.
Menariknya, penyebab konflik sering kali bukan karena tugasnya terlalu berat, melainkan karena setiap orang merasa pembagiannya tidak adil.
Masalah tersebut biasanya muncul karena pembagian tugas dilakukan terlalu terburu-buru atau hanya berdasarkan asumsi.
Ada yang dianggap mampu mengerjakan semuanya sehingga terus diberi tanggung jawab lebih banyak.
Ada pula yang memilih diam saat rapat, tetapi kemudian merasa keberatan setelah keputusan dibuat.
Padahal, keadilan bukan berarti semua orang mendapat tugas yang sama persis, melainkan setiap anggota memperoleh tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuan, waktu, dan kesepakatan bersama.
Ketika proses pembagian dilakukan tanpa komunikasi yang terbuka, rasa kecewa perlahan berubah menjadi konflik yang sebenarnya bisa dihindari.
Cara terbaik untuk membagi tugas bukan dengan menunjuk siapa yang paling rajin, melainkan dengan melibatkan semua anggota dalam prosesnya.
Setiap orang perlu diberi kesempatan menyampaikan kemampuan, keterbatasan, maupun kesediaannya sebelum tugas dibagikan.
Setelah itu, buat pembagian yang jelas, termasuk siapa yang bertanggung jawab terhadap setiap pekerjaan dan kapan target harus diselesaikan.
Hal lain yang sering terlupakan adalah evaluasi. Jika ternyata ada anggota yang kewalahan, bukan berarti ia gagal, tetapi mungkin pembagian tugas memang perlu disesuaikan.
Sebaliknya, jika ada yang belum berkontribusi secara maksimal, komunikasi yang baik jauh lebih efektif daripada menyindir atau membicarakannya di belakang.
Tim yang sehat tidak dibangun dengan saling menyalahkan, tetapi dengan saling membantu ketika ada anggota yang mengalami kesulitan.