Kuliah Kerja Nyata 2026
Azzahra Esa Nabila

Menghindari Miskomunikasi agar KKN Berjalan Lebih Harmonis

Menghindari Miskomunikasi agar KKN Berjalan Lebih Harmonis

18 Juli 2026 | 18:23

Keboncinta.com-- Hampir semua peserta KKN datang dengan niat yang sama, yaitu menjalankan program sebaik mungkin dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit masalah yang muncul bukan karena kurangnya kemampuan atau minimnya persiapan, melainkan karena miskomunikasi.

Pesan yang tidak tersampaikan, informasi yang dianggap sudah diketahui semua orang, atau kalimat yang disalahartikan sering kali memicu kesalahpahaman.

Ironisnya, persoalan kecil seperti ini dapat berkembang menjadi konflik yang mengganggu kekompakan kelompok jika tidak segera diselesaikan.

Miskomunikasi biasanya berawal dari hal-hal sederhana.

Ada anggota yang lupa memberi kabar saat mengubah jadwal, ada yang menganggap instruksi sudah cukup jelas padahal dipahami berbeda oleh anggota lain, atau ada pula yang memilih diam ketika tidak memahami tugas yang diberikan.

Di tengah padatnya aktivitas KKN, setiap orang memiliki kesibukan masing-masing sehingga komunikasi yang kurang lengkap mudah sekali menimbulkan asumsi.

Ketika asumsi mulai menggantikan penjelasan yang sebenarnya, kepercayaan antaranggota perlahan menurun.

Bukan karena mereka tidak peduli, tetapi karena masing-masing merasa tidak memperoleh informasi yang sama.

Hal yang sering tidak disadari adalah bahwa komunikasi yang baik bukan hanya soal berbicara, tetapi juga memastikan pesan benar-benar dipahami.

Karena itu, kebiasaan sederhana seperti mengonfirmasi kembali hasil rapat, menuliskan pembagian tugas secara jelas, atau bertanya ketika ada hal yang belum dipahami sangat membantu mencegah kesalahpahaman.

Begitu pula saat muncul masalah, menyampaikan langsung kepada orang yang bersangkutan jauh lebih bijak daripada membicarakannya di luar forum.

 Komunikasi yang terbuka memang terkadang terasa tidak nyaman, tetapi jauh lebih efektif dibandingkan membiarkan prasangka tumbuh.

Di sisi lain, kemampuan mendengarkan dengan sungguh-sungguh juga menjadi bagian penting.

Banyak konflik sebenarnya selesai lebih cepat ketika setiap orang merasa didengar sebelum diberi tanggapan.

Tags:
Komunikasi Sehat Kebersamaan Mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Komentar Pengguna