PPL MAHASISWA
Azzahra Esa Nabila

Mengapa Pengalaman PPL Tetap Tak Tergantikan di Era AI?

Mengapa Pengalaman PPL Tetap Tak Tergantikan di Era AI?

19 Juli 2026 | 08:12

Keboncinta.com-- Kecerdasan buatan atau AI kini mampu membantu banyak hal dalam dunia pendidikan.

Mahasiswa bisa meminta AI menyusun perangkat pembelajaran, membuat soal, merancang media ajar, hingga memberikan ide aktivitas kelas hanya dalam hitungan detik.

Semua terasa lebih cepat dan praktis. Tidak heran jika muncul pertanyaan, apakah pengalaman Program Pengalaman Lapangan (PPL) masih sepenting dulu ketika hampir semua kebutuhan mengajar dapat dibantu oleh teknologi?

Sekilas mungkin terlihat demikian. Namun, siapa pun yang pernah menjalani PPL akan memahami bahwa ada banyak hal yang tidak pernah bisa dipelajari hanya dari layar komputer.

PPL mempertemukan mahasiswa dengan manusia, bukan sekadar informasi.

Di ruang kelas, setiap siswa datang dengan karakter, emosi, kemampuan, dan latar belakang yang berbeda.

Ada yang berani bertanya, ada yang memilih diam, ada yang mudah memahami materi, tetapi ada pula yang membutuhkan pendekatan lebih sabar.

Situasi seperti ini sering berubah dalam hitungan menit dan tidak selalu sesuai dengan rencana pembelajaran yang sudah dibuat.

AI memang dapat memberikan rekomendasi, tetapi keputusan di lapangan tetap bergantung pada kepekaan mahasiswa dalam membaca situasi.

Kemampuan itu lahir dari pengalaman langsung, bukan dari jawaban yang dihasilkan sebuah aplikasi.

Lebih dari itu, PPL mengajarkan keterampilan yang bersifat sangat manusiawi.

Mahasiswa belajar membangun kedekatan dengan siswa, menghadapi kelas yang tiba-tiba tidak kondusif, bekerja sama dengan guru pamong, hingga menerima kritik terhadap cara mengajarnya.

Mereka juga belajar mengendalikan rasa gugup, memperbaiki kesalahan, dan menemukan gaya mengajar yang paling sesuai dengan kepribadiannya.

Semua proses tersebut melibatkan empati, komunikasi, kesabaran, dan kemampuan beradaptasi.

Teknologi dapat membantu mempersiapkan pembelajaran, tetapi tidak dapat menggantikan pengalaman ketika seorang mahasiswa melihat senyum siswa yang akhirnya memahami materi atau merasakan kepuasan setelah berhasil menghidupkan suasana kelas yang semula pasif.

Di era AI, justru pengalaman PPL menjadi semakin penting.

Teknologi seharusnya dipandang sebagai alat yang mendukung proses belajar, bukan pengganti pengalaman belajar itu sendiri.

Mahasiswa yang memanfaatkan AI secara bijak akan memiliki keuntungan dalam menyiapkan materi, tetapi mereka tetap membutuhkan ruang nyata untuk mengasah kemampuan sebagai pendidik. 

Tags:
Artificial Intelligence Strategi Mengajar PPL SEMESTER 7

Komentar Pengguna