Teknologi
Rahman Abdullah

Kesenjangan Digital Baru Terungkap, Pengguna AI Didominasi Kalangan Berpendidikan Tinggi

Kesenjangan Digital Baru Terungkap, Pengguna AI Didominasi Kalangan Berpendidikan Tinggi

03 Mei 2026 | 14:46

Keboncinta.com-- Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun di balik manfaat tersebut, muncul tantangan baru berupa kesenjangan penggunaan teknologi di tengah masyarakat.

Sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh tim dari Hong Kong Baptist University mengungkap bahwa pemanfaatan AI cenderung didominasi oleh kelompok dengan tingkat pendidikan dan pendapatan lebih tinggi.

Baca Juga: DPR Soroti Upah Guru yang Rendah, Desak Perbaikan Sistem Penggajian

Kelompok Tertentu Lebih Akrab dengan AI

Penelitian yang dipimpin oleh Sai Wang ini melibatkan lebih dari 10.000 responden di Amerika Serikat. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat kesadaran dan penggunaan AI.

Individu dengan status sosial ekonomi tinggi umumnya lebih memahami keberadaan AI, lebih familiar dengan fungsinya, serta lebih sering memanfaatkannya dalam berbagai aktivitas.

Sebaliknya, kelompok dengan latar belakang ekonomi rendah cenderung memiliki akses dan pemahaman yang lebih terbatas terhadap teknologi ini.

Baca Juga: Bocoran CPNS 2026 Makin Jelas, Sumatera Utara Usulkan 9.759 Formasi ASN, Peluang Besar di Sektor Guru dan Kesehatan

Potensi Kesenjangan Digital Baru

Para peneliti menilai kondisi ini berpotensi memperlebar jurang ketimpangan sosial. Mereka yang mampu memanfaatkan AI akan memiliki keunggulan lebih besar, baik dalam akses informasi maupun peluang ekonomi.

Dalam dunia kerja, misalnya, pelamar yang memahami sistem rekrutmen berbasis AI dapat menyesuaikan dokumen lamaran agar lebih mudah lolos seleksi algoritma. Sementara itu, pelamar lain yang kurang memahami teknologi ini bisa kehilangan kesempatan tanpa disadari.

Selain itu, literasi AI yang rendah juga meningkatkan risiko terhadap penyalahgunaan teknologi, seperti manipulasi informasi dan konten palsu berbasis AI, termasuk fenomena deepfake.

Baca Juga: Passing Grade Jadi Penentu Kelulusan Seleksi KOPDES Merah Putih 2026

AI Sudah Hadir Tanpa Disadari

Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa banyak orang sebenarnya telah berinteraksi dengan AI tanpa menyadarinya.

Teknologi ini sudah tertanam dalam berbagai layanan digital, mulai dari rekomendasi film di platform streaming hingga algoritma media sosial. Karena bekerja di balik layar, pengguna sering tidak menyadari bahwa pilihan yang mereka terima dipengaruhi oleh sistem AI.

Pentingnya Literasi AI untuk Semua

Para peneliti menegaskan bahwa penyediaan akses teknologi saja tidak cukup untuk mengatasi kesenjangan ini. Diperlukan upaya serius dalam meningkatkan literasi AI di masyarakat.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain melalui edukasi publik, pelatihan komunitas, serta integrasi materi dasar AI dalam sistem pendidikan. Penyampaian materi dengan bahasa sederhana dan contoh nyata juga dinilai penting agar lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Baca Juga: MAS Kebon Cinta Hadirkan Pendidikan Pesantren Terjangkau di Cirebon, Biaya Ringan dengan Fokus Karakter dan Kemandirian

Di tengah laju perkembangan teknologi yang begitu cepat, AI diharapkan tidak menjadi alat yang memperlebar ketimpangan, melainkan sarana pemberdayaan bagi semua lapisan masyarakat.

Dengan pemahaman yang lebih merata, teknologi ini berpotensi menjadi inovasi inklusif yang memberikan manfaat luas, bukan hanya bagi kelompok tertentu.

Tags:
teknologi kecerdasan artifisial AI Kecerdasan Buatan

Komentar Pengguna