Keboncinta.com-- Di banyak daerah di Indonesia, ada satu “jurus” yang dipercaya ampuh mengusir ular: taburkan garam. Entah di halaman rumah, dapur, kandang, atau sudut-sudut lembap. Konon katanya, ular akan langsung kabur karena “takut” garam.
Tapi pertanyaannya, benarkah ular takut garam? Atau ini hanya kepercayaan turun-temurun yang belum tentu sesuai fakta?
Berikut penjelasan lengkapnya.
Ular Bukan Takut, Tapi Sangat Tidak Nyaman dengan Garam
Secara ilmiah, ular tidak memiliki rasa takut seperti manusia. Mereka bereaksi berdasarkan insting dan kondisi fisik. Jadi, bukan “takut”, melainkan menghindari rasa tidak nyaman ekstrem yang ditimbulkan garam.
Kulit ular berbeda jauh dari kulit manusia. Meski terlihat kering dan bersisik, kulit ular sangat sensitif terhadap zat kimia, termasuk garam.
Garam Bersifat Menyerap Cairan
Garam (natrium klorida) memiliki sifat higroskopis, yaitu mampu menyerap air. Saat garam bersentuhan dengan tubuh ular:
• Cairan alami di kulit ular bisa terserap
• Permukaan kulit terasa panas dan perih
• Risiko iritasi meningkat
Bagi ular, kondisi ini sangat mengganggu dan berpotensi berbahaya, sehingga mereka akan menghindari area bergaram.
Kulit Ular Sangat Bergantung pada Kelembapan
Ular membutuhkan kelembapan untuk:
• Bernapas dengan baik
• Mengganti kulit (molting)
• Menjaga keseimbangan cairan tubuh
Garam justru menciptakan lingkungan yang kering dan tidak bersahabat. Inilah alasan mengapa ular jarang ditemukan di area asin atau tanah dengan kandungan garam tinggi.
Sistem Penciuman Ular Juga Terpengaruh
Ular mengandalkan organ Jacobson (organ vomeronasal) untuk mendeteksi bau dan getaran kimia di lingkungan. Garam dalam jumlah besar dapat:
• Mengganggu sinyal kimia di tanah
• Mengacaukan kemampuan ular membaca jejak mangsa
• Membuat area terasa “asing” bagi ular
Akibatnya, ular memilih menjauh dan mencari tempat yang lebih aman.
Tapi Apakah Garam Bisa Membunuh Ular?
Ini bagian yang sering disalahartikan.
Garam tidak langsung membunuh ular.
Namun, jika ular terpapar garam dalam jumlah sangat besar dan waktu lama, bisa menyebabkan:
• Dehidrasi parah
• Luka iritasi pada kulit
• Stres fisiologis
Meski begitu, penggunaan garam sebagai “racun ular” tidak dianjurkan dan tidak efektif.
Ada beberapa alasan kenapa kepercayaan ini bertahan lama:
• Pengalaman empiris
Banyak orang melihat ular menjauh setelah ditaburi garam, lalu menyimpulkan ular “takut”.
• Garam mudah didapat
Murah, tersedia di dapur, dan dianggap aman dibanding racun.
• Cerita turun-temurun
Dari orang tua ke anak, dari tetangga ke tetangga.
• Efek psikologis
Saat ular pergi, orang merasa garam “ampuh”, padahal bisa jadi ular hanya lewat.
Apakah Aman Mengandalkan Garam untuk Mengusir Ular?
Jawabannya: kurang aman jika dijadikan solusi utama.
Garam hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar masalah. Jika lingkungan rumah:
• Banyak tikus
• Lembap
• Banyak semak atau tumpukan barang
Maka ular tetap bisa datang, meskipun sebelumnya ditaburi garam.
Cara Lebih Efektif Mencegah Ular Masuk Rumah
Daripada bergantung pada garam, langkah-langkah ini jauh lebih efektif:
• Menjaga kebersihan lingkungan
• Menghilangkan sumber makanan ular (tikus, katak)
• Menutup celah rumah
• Menghindari area lembap dan gelap
• Memangkas semak di sekitar rumah
Garam boleh digunakan sebagai pencegahan tambahan, bukan satu-satunya solusi.