Berita
Hilmi An Naufal

Kemendikdasmen Salurkan Rp305 Juta untuk Guru dan Murid Korban Gempa Flores

Kemendikdasmen Salurkan Rp305 Juta untuk Guru dan Murid Korban Gempa Flores

26 Agustus 2026 | 07:23

Keboncinta.com – KUPANG – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyalurkan santunan senilai Rp305 juta kepada guru dan murid yang menjadi korban gempa Flores di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu keluarga korban meninggal dunia serta guru dan murid yang mengalami luka-luka. Penyaluran bantuan juga menjadi bagian dari upaya menjaga semangat komunitas sekolah setelah bencana.

Berdasarkan keterangan Kemendikdasmen, santunan untuk korban meninggal dunia berjumlah Rp25 juta. Rinciannya, Rp10 juta diberikan kepada keluarga seorang guru yang meninggal dan masing-masing Rp5 juta kepada keluarga tiga murid yang meninggal dunia.

Sementara itu, santunan bagi korban luka-luka mencapai Rp280 juta. Dari jumlah tersebut, Rp270 juta diperuntukkan bagi guru dan Rp10 juta diberikan kepada murid.

Mendikdasmen Mengunjungi Sekolah Terdampak

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengunjungi SD Inpres Ngelapadhi di Kabupaten Ngada pada Senin, 24 Agustus 2026.

Selain menyerahkan bantuan, Abdul Mu’ti berdialog dengan guru dan murid. Para murid menyambut rombongan dengan menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman”. Mendikdasmen kemudian ikut bernyanyi bersama mereka.

Dalam dialog tersebut, Abdul Mu’ti menanyakan cita-cita para murid. Salah seorang murid menyampaikan keinginannya menjadi anggota TNI. Mendikdasmen lantas mengingatkan anak-anak agar tetap belajar, tidak menyerah, dan berani memiliki cita-cita tinggi.

Kunjungan itu menjadi penting karena pemulihan pendidikan setelah bencana tidak hanya menyangkut bangunan sekolah. Rasa aman, kondisi psikologis, dan keberanian anak untuk kembali mengikuti pembelajaran juga perlu mendapatkan perhatian.

Guru Menceritakan Pengalaman Saat Gempa

Seorang guru TKN Libunio, Maria Epivania Getrudis, turut menceritakan pengalamannya ketika gempa terjadi. Maria bersama keluarganya berusaha menyelamatkan diri menuju tempat terbuka di tengah situasi yang penuh kepanikan.

Setelah berada di tempat aman, Maria baru menyadari dirinya dan sejumlah anggota keluarganya mengalami luka. Pengalaman tersebut masih membuatnya waspada ketika merasakan getaran kecil.

Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap berupaya menjalankan tugas pendidikan di tengah kondisi pascabencana.

Santunan Rp305 juta tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban. Namun, pemulihan pendidikan tetap memerlukan langkah berkelanjutan, mulai dari penyediaan ruang belajar yang aman hingga pendampingan psikososial bagi guru dan murid.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna