Berita
Rahman Abdullah

Jutaan Siswa Madrasah Ikuti AN-TKA 2026, Ini Jadwal dan Tujuan Programnya

Jutaan Siswa Madrasah Ikuti AN-TKA 2026, Ini Jadwal dan Tujuan Programnya

06 April 2026 | 22:41

Keboncinta.com-- Kementerian Agama resmi menyelenggarakan asesmen terpadu melalui program AN-TKA 2026 yang melibatkan lebih dari 1,7 juta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan Islam di seluruh Indonesia.

Program ini mencakup siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga santri di pondok pesantren, sehingga menjadi salah satu evaluasi pendidikan Islam terbesar secara nasional.

Pelaksanaan AN-TKA 2026 dimulai pada 6 hingga 16 April 2026 untuk jenjang MTs. Selanjutnya, asesmen bagi jenjang MI dijadwalkan berlangsung pada 20 sampai 30 April 2026.

Secara keseluruhan, kegiatan ini dibagi menjadi lima gelombang dengan durasi 10 hari dan total 20 sesi pelaksanaan.

Baca Juga: Detik-detik Heroik Satpam BRI Padamkan Minibus Terbakar dengan APAR, Aksinya Viral dan Banjir Pujian dari Warganet

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa penggabungan antara Asesmen Nasional dan Tes Kompetensi Akademik bukan hanya bentuk penyederhanaan kebijakan, melainkan perubahan mendasar dalam sistem evaluasi pendidikan.

Ia menyebutkan bahwa pendekatan ini dirancang untuk membangun sistem berbasis data yang mampu memotret kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Asesmen Nasional berfungsi sebagai alat untuk mendiagnosis mutu pendidikan secara umum, sedangkan Tes Kompetensi Akademik memberikan gambaran lebih rinci terkait capaian belajar siswa.

Dengan mengintegrasikan keduanya, pemerintah berharap dapat menghasilkan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran serta adaptif terhadap kebutuhan di lapangan.

Baca Juga: Detik-detik Heroik Satpam BRI! Tanpa Ragu Padamkan Minibus Terbakar, Warganet Terharu

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, tingkat partisipasi lembaga pendidikan tergolong tinggi.

Pada jenjang MI, sebanyak 97,9 persen lembaga telah mendaftar dengan partisipasi siswa mencapai 659.567 orang atau 99,01 persen. Sementara itu, pada jenjang MTs, 97,54 persen lembaga terdaftar dengan jumlah peserta mencapai 1.005.408 siswa atau 96,71 persen.

Untuk pesantren, partisipasi masih berada pada angka 72,23 persen lembaga dengan jumlah santri yang mengikuti asesmen sebanyak 45.163 orang atau 84,07 persen.

Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, mengungkapkan bahwa tren partisipasi secara umum menunjukkan perkembangan positif.

Baca Juga: ASN Wajib Tahu! Sistem Kerja Baru Resmi Berlaku: 4 Hari WFO, Jumat WFH dengan Aturan Ketat

Namun demikian, masih terdapat tantangan khususnya di lingkungan pesantren, terutama terkait kesiapan infrastruktur dan integrasi sistem.

Dari sisi pelaksanaan, mayoritas asesmen dilakukan secara daring. Pada jenjang MI, pelaksanaan daring mencapai 97,57 persen, MTs sebesar 94,13 persen, dan pesantren sebesar 97,13 persen.

Meski demikian, kesiapan infrastruktur antar lembaga masih menunjukkan kesenjangan. Tingkat verifikasi kesiapan infrastruktur pada MI mencapai 73,69 persen, MTs sebesar 67,77 persen, dan pesantren masih berada di angka 40,31 persen.

Hal ini menjadi perhatian penting untuk memastikan pelaksanaan asesmen berjalan secara adil dan kredibel.

Baca Juga: Jadwal Pencairan TPG 2026 Kini Lebih Cepat dan Transparan, Guru Non ASN Bisa Pantau Setiap Bulan

Dalam pelaksanaannya, peserta akan mengerjakan beberapa komponen penilaian, yaitu matematika selama 75 menit dengan 30 soal, bahasa Indonesia selama 75 menit dengan 30 soal, serta soal karakter yang dikerjakan selama 20 menit setiap hari.

Program AN-TKA tidak hanya berfungsi untuk mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjamin standar capaian pembelajaran, meningkatkan kualitas penilaian oleh guru, serta menjadi dasar pengendalian mutu pendidikan.

Ke depan, hasil dari asesmen ini akan dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga penguatan daya saing lulusan madrasah dan pesantren di tingkat global.

Melalui program ini, pemerintah menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pendidikan Islam yang lebih terukur, responsif, dan siap menghadapi tantangan global.***

Tags:
pendidikan berita nasional TKA

Komentar Pengguna