Lifestyle
Azzahra Esa Nabila

Ingin Ikut Tren, Tapi Uang Tak Sejalan: Dilema yang Sering Terjadi di Kalangan Anak Muda

Ingin Ikut Tren, Tapi Uang Tak Sejalan: Dilema yang Sering Terjadi di Kalangan Anak Muda

24 Mei 2026 | 20:05

Keboncinta.com-- Di tengah derasnya arus media sosial, tren datang dan pergi begitu cepat. Hari ini viral, besok sudah diganti hal baru. Di titik inilah banyak anak muda berada dalam dilema: ingin ikut tren, tapi kondisi keuangan tidak selalu sejalan.

Dilema ini terlihat sederhana, tapi dampaknya cukup besar. Bukan hanya soal uang yang cepat habis, tetapi juga tekanan emosional karena merasa “tertinggal” jika tidak ikut serta dalam apa yang sedang ramai.

 

Ketika Tren Lebih Cepat dari Kondisi Finansial

1. Dorongan untuk selalu “update” dengan lingkungan

Tren menciptakan rasa ingin selalu relevan. Entah itu fashion, makanan, gadget, atau gaya hidup, semuanya terasa penting untuk diikuti.

Masalahnya, tidak semua orang punya kapasitas finansial yang sama. Namun dorongan untuk tetap “masuk dalam lingkaran” sering kali lebih kuat daripada logika keuangan. Inilah awal dari pengeluaran yang tidak terkontrol.

2. Media sosial sebagai pemicu utama tren

Hampir semua tren besar lahir atau berkembang di media sosial. Setiap hari, ada saja hal baru yang terlihat menarik untuk dicoba.

Paparan terus-menerus ini membuat seseorang merasa tren adalah kebutuhan, bukan sekadar pilihan. Tanpa disadari, muncul pola pikir “kalau tidak ikut, aku ketinggalan”.

3. Tekanan sosial yang tidak selalu disadari

Selain media sosial, lingkungan sekitar juga berpengaruh besar. Ketika teman-teman mulai mengikuti tren tertentu, muncul rasa tidak enak jika tidak ikut serta.

Tekanan ini sering kali tidak diucapkan secara langsung, tapi terasa dalam bentuk perbandingan. Akibatnya, keputusan finansial lebih sering dipengaruhi emosi daripada perencanaan.

 

Dampak dari Ikut Tren Tanpa Perhitungan

1. Pengeluaran jadi tidak stabil

Setiap tren baru bisa memicu pengeluaran baru. Jika tidak dikontrol, kondisi ini membuat keuangan sulit diprediksi.

2. Tabungan sulit terbentuk

Uang yang seharusnya bisa disimpan justru habis untuk mengikuti tren yang sifatnya sementara. Akhirnya, tidak ada dana cadangan yang terkumpul.

3. Rasa cemas setelah pengeluaran

Setelah ikut tren, sering muncul rasa menyesal atau cemas karena pengeluaran terasa tidak sebanding dengan manfaatnya.

 

Cara Bijak Menghadapi Godaan Tren

1. Tunda keputusan sebelum membeli atau ikut tren

Memberi jeda waktu bisa membantu mengurangi keputusan impulsif.

• Tunggu 24 jam sebelum membeli

• Tanyakan: “Ini kebutuhan atau hanya ikut-ikutan?”

• Evaluasi ulang dampaknya

2.

Tags:
Gen Z life Era Digital Mengelola Keuangan

Komentar Pengguna