Pendidikan
Hilmi An Naufal

Indonesia–Tiongkok Perkuat Kolaborasi AI, Pusat Inovasi ASEAN-China Mulai Dikembangkan

Indonesia–Tiongkok Perkuat Kolaborasi AI, Pusat Inovasi ASEAN-China Mulai Dikembangkan

09 Agustus 2026 | 06:01

TEKNOLOGI – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin menjadi perhatian negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia menjadi salah satu negara yang berupaya memperkuat ekosistem AI melalui pengembangan talenta digital, pemanfaatan teknologi di berbagai sektor hingga kerja sama internasional.

Salah satu kerja sama yang menjadi perhatian adalah hubungan Indonesia dengan Tiongkok dalam pengembangan teknologi AI.

Pada Maret 2025, pemerintah Indonesia dan Tiongkok menjajaki kemungkinan pembangunan pusat kerja sama dan inovasi AI antara Tiongkok dan ASEAN di Indonesia. Pembahasan berlangsung dalam pertemuan Menteri Komunikasi dan Digital dengan Sekretaris Partai Kota Nanning, Provinsi Guangxi, Nong Shengwen.

Nanning Jadi Salah Satu Referensi Pengembangan Smart City

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas pembangunan pusat inovasi AI.

Indonesia juga melihat pengalaman Kota Nanning sebagai salah satu referensi dalam pengembangan smart city berbasis kecerdasan buatan.

Nanning memiliki ekosistem startup serta talenta digital yang dinilai berpotensi menjadi sumber pembelajaran bagi pengembangan ekosistem teknologi Indonesia.

Kolaborasi AI juga diharapkan dapat diperluas ke berbagai sektor.

Salah satunya adalah pertanian, di mana kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk membantu pengolahan data, meningkatkan produktivitas hingga mendukung ketahanan pangan.

Indonesia Targetkan Jutaan Talenta Digital

Pengembangan teknologi tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menggunakannya.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyampaikan target untuk menciptakan 9 juta talenta digital berkapabilitas tinggi di bidang AI pada 2030.

Talenta digital menjadi bagian penting karena perkembangan AI tidak hanya membutuhkan infrastruktur seperti pusat data dan jaringan internet.

Indonesia juga membutuhkan programmer, peneliti, data scientist, ahli keamanan siber hingga tenaga profesional yang mampu menerapkan AI di berbagai sektor.

Bagi generasi muda, perkembangan tersebut sekaligus membuka peluang baru untuk mulai mempelajari bidang seperti programming, machine learning, data science, cloud computing dan cybersecurity.

Tiongkok Dorong Pusat Inovasi AI ASEAN di Indonesia

Dalam pembicaraan pada 2025, Nong Shengwen menyatakan harapan agar dapat dibangun pusat kerja sama dan inovasi AI antara Tiongkok dan ASEAN di Indonesia, dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Tiongkok juga membuka peluang bagi perusahaan Indonesia untuk bekerja sama dengan ekosistem teknologi di Nanning.

Apabila terealisasi, pusat seperti ini berpotensi menjadi tempat kolaborasi antara pemerintah, industri, startup, universitas serta peneliti dalam mengembangkan berbagai solusi berbasis AI.

Namun, berdasarkan sumber resmi yang saya temukan hingga Agustus 2026, belum ada konfirmasi bahwa pusat yang direncanakan berlokasi di Indonesia tersebut telah resmi berdiri.

Perkembangan yang sudah dikonfirmasi justru terjadi pada tingkat ASEAN–Tiongkok.

Pusat Inovasi AI ASEAN-China Diresmikan di Beijing

Pada 24 Mei 2026, ASEAN mengumumkan peresmian ASEAN-China Artificial Intelligence Industry Innovation Centre di Beijing, Tiongkok.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara peresmian tersebut atas undangan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok.

ASEAN dan Tiongkok juga melanjutkan pembahasan mengenai penguatan kerja sama digital dalam rangkaian pertemuan tersebut.

Perlu dicatat, pusat yang diresmikan di Beijing ini tidak otomatis berarti sama dengan rencana pusat di Indonesia yang dibahas pada 2025. Berdasarkan informasi resmi yang tersedia, keduanya sebaiknya dipandang sebagai bagian dari perkembangan kerja sama AI ASEAN–Tiongkok yang lebih luas.

Indonesia Perkuat Peran dalam Tata Kelola AI Dunia

Langkah Indonesia dalam bidang AI juga tidak berhenti pada kerja sama regional.

Pada Juli 2026, Indonesia bergabung bersama negara-negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO, sebuah inisiatif kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan yang dideklarasikan di Shanghai.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak ingin hanya menjadi pengguna teknologi AI.

Pemerintah juga berupaya meningkatkan posisi Indonesia dalam pengembangan, pemanfaatan hingga pembentukan tata kelola AI di tingkat regional dan internasional.

Peluang Besar bagi Generasi Muda Indonesia

Semakin luasnya penggunaan AI membuat keterampilan digital semakin penting.

AI kini mulai digunakan untuk membantu pekerjaan di bidang pendidikan, kesehatan, industri, pertanian, layanan publik hingga bisnis.

Karena itu, pelajar dan mahasiswa dapat mulai mempersiapkan kemampuan sejak sekarang.

Tidak semuanya harus menjadi programmer. Perkembangan AI juga membutuhkan tenaga di bidang desain, analisis data, keamanan digital, manajemen produk, riset hingga pengembangan kebijakan teknologi.

Kolaborasi Indonesia dengan Tiongkok dan negara ASEAN dapat menjadi salah satu kesempatan untuk mempercepat transfer pengetahuan dan memperbesar ekosistem inovasi di kawasan.

Jika pembangunan pusat inovasi AI yang pernah direncanakan di Indonesia nantinya benar-benar direalisasikan, fasilitas tersebut berpotensi semakin memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan teknologi AI di Asia Tenggara.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna